<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ADITYADIT</title>
	<atom:link href="http://adityadit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityadit.wordpress.com</link>
	<description>tulis-coret ketik-backspace Aditya Putra Perdana</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 16:17:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adityadit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ADITYADIT</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adityadit.wordpress.com/osd.xml" title="ADITYADIT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adityadit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>IU Syndrome</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/iu-syndrome/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/iu-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[2011, di tahun ini saya menyukai seorang penyanyi dari negeri gingseng. Terbawa Hallyu (Korean wave) kah? Silakan sebut begitu. Tak terbantahkan, pengaruh Hallyu memang luar biasa, terutama di 2011. Tapi bukanlah girlband yang saya gemari. Solois. IU, dengan nama asli Lee Ji-Eun. Jadi, di salah satu hari di Mei 2011, saya dipersilakan makan gratis oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=306&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2011, di tahun ini saya menyukai seorang penyanyi dari negeri gingseng. Terbawa Hallyu (Korean wave) kah? Silakan sebut begitu. Tak terbantahkan, pengaruh Hallyu memang luar biasa, terutama di 2011. Tapi bukanlah girlband yang saya gemari. Solois. IU, dengan nama asli Lee Ji-Eun.</p>
<p>Jadi, di salah satu hari di Mei 2011, saya dipersilakan makan gratis oleh Michi di Pizza Hut BIP. Dia ulang tahun. Michi itu temannya neng Githa (adiknya Ardhy). Nah, selepas makan itu, kami: saya, Ardhy, Githa, Michi, dan Ririn (juga temannya Githa) menuju karaoke box di lantai paling atas BIP. Saya lupa pilih lagu apa. Dan yang jelas Githa dkk menyanyikan beberapa lagu Korea. Mereka memang penyuka musik Korea. Saat itu saya sungguh biasa saja sama musik Korea. Gak ada tertarik-tertariknya. Tapi saya juga nggak benci. Karena buat saya, mau jenis lagu apapun kalo di telinga saya enakeun, ya saya bilang enak. Setelahnya, kami pulang.</p>
<p>Di rumah, sekitar 19.30 wib, saya merasa ada nada-nada yang mengalun di pikiran saya. Ahh, itu lagu Korea yang mereka nyanyikan tadi siang. Ya, di titik ini lah saya mulai terpengaruh. Setelah saya tanya pada Githa, ternyata itu adalah: IU feat. Seulong &#8211; Nagging. Kemudian saya<em> search</em> lah itu di youtube. Lagunya memang enak ternyata. Saya suka. Dan dari segi fisik, penyanyi perempuannya menarik. Nah, saat itu saya mulai <em>images googling</em> dengan <em>keyword</em> “IU”. Di beberapa foto memang dia terlihat biasa saja.</p>
<p>Ya, mulai dari sini lah saya mulai mengunduh lagu-lagu juga video-videonya. Sampai sekarang. Dan saya suka bukan hanya karena secara fisik (paling tidak menurut saya) dia menarik. Tapi lagu-lagu yang dia nyanyikan memang sangat enak didengar. Ditambah dengan kemampuan menyanyi yang luar biasa. Beberapa (atau mungkin banyak) orang bilang IU pesek, jelek, biasa banget. Haha, tp buat saya sih dia tetap menarik. Ya karena saya nggak nilai hanya dari fisiknya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>IU, tetap jadi perempuan biasa dan jangan operasi plastik! <em>I know you wouldn’t</em> Hehe.</p>
<p><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2012/01/edqlgbhz.jpg"><img class="alignleft  wp-image-312" title="edqlgbhz" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2012/01/edqlgbhz.jpg?w=340&#038;h=358" alt="" width="340" height="358" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=306&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/iu-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2012/01/edqlgbhz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edqlgbhz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>helloblog</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/helloblog/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/helloblog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 09:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setahun lamanya saya membiarkan blog ini begitu saja. Sesekali ditengok. Tapi hanya ditengok. Tidak posting tulisan baru. Yuk, lihat kembali dua tulisan terakhir saya: [2011] Lulus, Harga Mati! (Posted on January 2, 2011) Isinya semacam kata-kata penyemangat untuk diri sendiri karena waktu itu saya merasa sudah cukup lama berkutat dengan dunia perkuliahan. Teman-teman seangkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=299&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setahun lamanya saya membiarkan blog ini begitu saja. Sesekali ditengok. Tapi hanya ditengok. Tidak <em>posting</em> tulisan baru. Yuk, lihat kembali dua tulisan terakhir saya:</p>
<p><strong>[2011] Lulus, Harga Mati!</strong> (<em>Posted on January 2, 2011</em>)</p>
<p>Isinya semacam kata-kata penyemangat untuk diri sendiri karena waktu itu saya merasa sudah cukup lama berkutat dengan dunia perkuliahan. Teman-teman seangkatan saya pun sudah mulai berlulusan. Jadi, saya menargetkan diri untuk menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi di 2011. Lalu saya juga menulis beberapa hal yang harus saya lakukan agar target tercapai.</p>
<p>ALHAMDULILLAH… adalah kata pertama untuk mengomentari tulisan ini. <em>Yes, for now, i am able to put</em> ‘S.Ikom’ <em>after my full name</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Rabu, 30 November 2011 merupakan hari di mana saya divonis lulus dari Jurusan (sekarang katanya jadi Prodi) Jurnalistik, Fikom Unpad. Alhamdulilah sidang komprehensif dan sidang skripsi kami jalani dengan lancar. Kami adalah saya dan delapan rekan seperjuangan sidang. Jadi total masa perkuliahan saya ialah sekitar 6,4 tahun (2005 &#8211; 2011). *bulatkan saja ya, 6 tahun* hehe. Dan pembulatan itu nyaris saja menjadi 7 tahun mengingat saya lulus di akhir tahun. Tapi Alhamdulillah semua lancar. Terimakasih semua yang telah membantu.</p>
<p>Di tulisan yang saya <em>post</em> tahun lalu itu juga saya mengancam diri saya, karena waktu itu saya tidak ingin menjadi bagian 10 &#8211; 20 % Jurnal 05 yang terakhir lulus. Pada akhirnya mungkin memang saya termasuk dalam 20% itu. Tapi sesungguhnya itu tidak begitu penting. Ini bukan membela diri. Tapi benar, menurut saya, setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam berusaha. Rintangan yang dihadapi pun berbeda-beda. Sekarang, beberapa Jurnal 05 tengah berjuang untuk segera menuntaskan segala urusan yang tersisa sebelum melebihi <em>deadline</em>. Ya, kami diultimatum agar Mei 2012 sudah lulus jika tidak ingin kena DO. Saya sangat mendukung &amp; berharap teman-teman saya mampu menuntaskannya dengan baik dan tepat waktu. Semangat teman-teman, sedikit lagi! Insya Allah saya akan siap membantu jika memang diperlukan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oya, dulu saya menargetkan diri saya untuk mengurangi tidur siang, fokus, dan beraktivitas secara teratur. Intinya sih, tidak mamalesan. Dan hasilnya? Jujur saja, saya gagal. Sulit sekali ya Allah. Mungkin saya hanya bisa mencapai target tersebut sebanyak 30%. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik. Amin.</p>
<p><strong>Yuk, Teratur…</strong> (<em>Posted on February 6, 2011</em>)</p>
<p>Tulisan ini berisi hal-hal yang ingin saya lakukan secara rutin. Tulisan ini ada karena saya merasa gagal untuk mecapai apa yang ditargetkan di tulisan sebelumnya. Haha. Jadi, yang ini lebih detil. Urusan fokus mengerjakan skripsi di kampus, alhamdulillah saya bisa melaluinya meskipun tetap saja rasa malas selalu datang menggelayut. Kemudian,tunda dulu jalan-jalan / bermain jauh. Ini jelas bisa saya lakukan karena memang benar2 tidak ada waktu untuk itu. Terlalu malu bagi saya untuk meminta dana ke ortu untuk hal-hal yang sifatnya tersier seperti ini, sedangkan skripsi saya belum selesai pada waktu itu. Ya, futsal menjadi hiburan sekaligus olahraga bagi saya saat itu. Lari pagi? Entah kenapa, saya sulit sekali melakukan olahraga yang satu ini secara rutin. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekali lagi, Alhamdulillah atas apa yang saya peroleh selama beberapa bulan ke belakang ini. Sesungguhnya tidak ada satu hal pun yang bisa saya sombongkan dari diri saya ini. Dan sekarang, mudah-mudahan saya memperoleh apa yang saya ingin dan targetkan ke depan. Doa dan usaha. Gairahi diri.</p>
<p>Salam semangat ya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=299&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2012/01/31/helloblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk, Teratur&#8230;</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2011/02/06/yuk-teratur/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2011/02/06/yuk-teratur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 13:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata sulit juga ya menerapkan hal-hal yg saya tulis di postingan sebelumnya. Stop tidur siang, olahraga, menabung&#8230; aarghh.. untuk keuangan sih saya memaklumi, tp sisanya saya benar-benar kecolongan. Baiklah, kalau susah menerapkan itu semua secara langsung, saya mau teratur di beberapa hal dulu aja deh. Ini penting banget mengingat sekarang udah bulan ke-2 di 2011. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=268&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata sulit juga ya menerapkan hal-hal yg saya tulis di postingan sebelumnya. Stop tidur siang, olahraga, menabung&#8230; aarghh.. untuk keuangan sih saya memaklumi, tp sisanya saya benar-benar kecolongan. Baiklah, kalau susah menerapkan itu semua secara langsung, saya mau teratur di beberapa hal dulu aja deh. Ini penting banget mengingat sekarang udah bulan ke-2 di 2011. (Gila, waktu cepet banget)</p>
<p>Dit, mulai besok (senin 7/2/11), kamu harus:</p>
<p>1. Ke kampus tiap hari dan gunakan itu waktu itu sebaik-baiknya.</p>
<p>2. Tidak ada jalan-jalan/ main-main sebelum lulus.</p>
<p>3. Hiburan untuk saya hanyalah futsal tiap Jumat.</p>
<p>4. Setiap Rabu &amp; Sabtu lari di TKI 3 (gak perlu jauh2 ke Sabuga).</p>
<p>Ini tulisan kudu saya lihat terus supaya tidak malas-malasan. Baiklah, masa percobaan: 2 minggu. Bismilahirohmanirohim.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=268&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2011/02/06/yuk-teratur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[2011] Lulus, Harga Mati!</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2011/01/02/2011-lulus-harga-mati/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2011/01/02/2011-lulus-harga-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 16:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[2010 berakhir. Tapi tidak. Saya tidak hendak membuat kaleidoskop 2010 tentang apa saja yang dialami di tahun itu. Memang beberapa peristiwa menyenangkan terjadi di 2010, tapi saya lebih merasa kalau saya sudah banyak membuang waktu di tahun tersebut. 365 hari terasa sangat cepat, secepat  naiknya popularitas Irfan Bachdim di pengujung 2010. Ah sudahlah, sekarang mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=259&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2010 berakhir. Tapi tidak. Saya tidak hendak membuat kaleidoskop 2010 tentang apa saja yang dialami di tahun itu. Memang beberapa peristiwa menyenangkan terjadi di 2010, tapi saya lebih merasa kalau saya sudah banyak membuang waktu di tahun tersebut. 365 hari terasa sangat cepat, secepat  naiknya popularitas Irfan Bachdim di pengujung 2010. Ah sudahlah, sekarang mari ikut-ikutan berteriak &#8220;tahun baru, semangat baru!&#8221;. Meski sangat klise, ya.. gak ada salahnya kan.</p>
<p>Target utama di 2011 ini yaitu: LULUS kuliah. Tidak ada tawar-menawar. Saya sudah banyak tertinggal oleh teman-teman seangkatan dari TK  hingga sekarang. Meski kenyataannya masih ada 50% lebih teman-teman Jurnal 05 yang belum lulus, tapi itu tidak bisa terus-terusan dijadikan patokan. Saya tidak mau nanti masuk 20% atau 10% Jurnal 05 yang belum lulus. TIDAK! dalam urusan ini, lebih baik tidak melulu melihat ke samping dan ke bawah. Ayo teman-teman, lulus kuliah di 2011 adalah harga mati. Bergerak dari sekarang!</p>
<p>Yang sekarang hendak saya coba tulis ialah beberapa poin yang harus saya  lakukan untuk menebus pemborosan waktu yang saya lakukan di tahun  kemarin. Ini seperti janji kepada diri saya sendiri, agar tidak menjadi orang bodoh yang melakukan kesalahan 2x dengan cara yang sama (seperti saya kehilangan dompet 2x).</p>
<p>Hal-hal yang harus saya lakukan di 2011:</p>
<p><strong>1. Kurangi Tidur Siang</strong></p>
<p>Saya menonton acara <em>Hidup Ini Indah</em> di Trans TV beberapa waktu lalu. Di episode itu, narasumbernya yaitu salah satu pengusaha oleh-oleh dari Bali yang sudah sangat sukses. Saat ditanya oleh host tentang kiat2nya menjadi orang sukses, yang pertama menurut dia yaitu: Tidak pernah tidur siang. Singkat cerita, pokoknya saya ingin mencoba itu! Pasti sulit, tapi akan saya coba.. Mudah-mudahan waktunya bisa saya pakai untuk hal-hal berguna.<strong></strong></p>
<p><strong>2. Fokus</strong></p>
<p>Fokus terhadap apa yang saya kerjakan. Internet memang musuh utama dalam mengatasi masalah ketidakfokusan ini. Entah bagaimana caranya, pokoknya fasilitas internet ini harus membantu saya demi menggapai target utama (you-know-what), bukannya menghambat. Bisa!</p>
<p><strong>3. Aktivitas Teratur</strong></p>
<p>Susah sekali ya teratur. Dalam hal apapun.. 2011 ini pokoknya saya harus mengubah semua yang tidak teratur menjadi sebaliknya. Apapun itu: Olahraga, menulis, menabung, hingga ibadah. Ya, saya pasti bisa teratur!</p>
<p>Semoga <strong>3 hal</strong> ini bisa saya laksanakan dengan baik, demi masa depan! bismillah..<img class="alignleft" title="my future is whatever i make" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2011/01/ss-1003945-futuresign.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=259&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2011/01/02/2011-lulus-harga-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2011/01/ss-1003945-futuresign.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">my future is whatever i make</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Pecel Ayam #5: Mc Darmo LA</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/ekspedisi-pecel-ayam-5-mc-darmo-la/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/ekspedisi-pecel-ayam-5-mc-darmo-la/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 18:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Serunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[huh&#8230;. sebenarnya saya udah posting ini dan mempublishnya sebelum saya menulis &#8220;Jogja, here i come&#8221;. Tapi entah kenapa postingan saya tersebut hilang. Argh.. dan berjuta-juta malas kalau saya harus mengulang kembali tulisan yg sama tentang Mc Darmo ini. Jadi saya persingkat saja ya.. Mc Darmo terletak tepat di depan Taman Lalu Lintas. Sebenarnya ini bukanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=249&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_01071.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-255" title="DSC_0107" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_01071.jpg?w=692" alt=""   /></a>huh&#8230;. sebenarnya saya udah posting ini dan mempublishnya sebelum saya menulis &#8220;Jogja, here i come&#8221;. Tapi entah kenapa postingan saya tersebut hilang. Argh.. dan berjuta-juta malas kalau saya harus mengulang kembali tulisan yg sama tentang Mc Darmo ini. Jadi saya persingkat saja ya..</p>
<p>Mc Darmo terletak tepat di depan Taman Lalu Lintas. Sebenarnya ini bukanlah tempat asli Darmo. Sebelumnya tenda Darmo ini terletak di Jalan Jawa, tepatnya di depan SMP 5 Bandung. Entah kenapa pindah. Saya bersama 2 rekan Karucel, Ardhy dan Rian menuju Darmo sekitar pukul 20.00. Darmo ini memang sudah cukup terkenal di Bandung. Bisa terlihat dengan banyaknya pengunjung yang datang setiap malamnya.</p>
<p><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0091.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-254" title="DSC_009" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0091.jpg?w=692" alt=""   /></a><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00891.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-256" title="DSC_0089" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00891.jpg?w=692" alt=""   /></a>Sambal pecel di Darmo ini rasanya manis-manis-pedas. Menurut saya sih, enakk.. Ardhy pun bilang begitu, tapi dua teman saya yang lain: Lingga dan Rian bilang kalau mereka tidak suka sambal di sini karena rasa manisnya yg begitu kentara.. Sedangkan rasa ayamnya sendiri, cukup renyah walau tidak terlalu istimewa. Kekuatan Darmo ini sepertinya memang terletak pada sambalnya.</p>
<p>Jadi, bagi Anda yang kurang begitu suka dengan rasa-rasa manis, mungkin Darmo ini bukan pilihan bagus. Tapi sebaliknya, jika Anda tidak bermasalah dengan itu, Anda perlu mencobanya!! Selamat mencoba!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=249&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/ekspedisi-pecel-ayam-5-mc-darmo-la/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_01071.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0107</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0091.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00891.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0089</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jogja, here i come&#8230;</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/jogja-here-i-come/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/jogja-here-i-come/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 18:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Saat-saat ini datang juga. Saat saya berhadapan langsung dengan dunia kerja. Ya, mulai 1 Februari besok saya akan memulai kegiatan PKL / Job Training / KP di Harian Jogja selama 2 bulan. Jujur, saya deg-degan. Tapi saya harus percaya diri. Saya pasti bisa. Dan Jogja adalah murni pilihan saya sendiri. Jadi, ya saya harus siap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=240&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat-saat ini datang juga. Saat saya berhadapan langsung dengan dunia kerja. Ya, mulai 1 Februari besok saya akan memulai kegiatan PKL / Job Training / KP di Harian Jogja selama 2 bulan. Jujur, saya deg-degan. Tapi saya harus percaya diri. Saya pasti bisa. Dan Jogja adalah murni pilihan saya sendiri. Jadi, ya saya harus siap segala-galanya. yeah!</p>
<p>Saya jadi ingat kkn. Saat itu saya jauh dari rumah (Bogor) selama dua bulan, walau 2x sempat pulang ke rumah. Sekarang pun begitu, saya akan jauh dari rumah (bahkan jauh lebih jauh). Yogya! Dan situasinya pun pasti lain. Saat kkn, kami ber-20. dan itu sangat menyenangkan.. Sedangkan besok? saya benar-benar sendiri. Hanya 2 orang yang saya kenal yang tinggal di Jogja. 1.a&#8217;Rian (sodara sepupu saya yg kuliah di sana) dan 2.Ayub (teman sekampus saya). Tp tentu saya ga akan bisa banyak bergantung sama mereka. Okay, saya siap! semangat!!</p>
<p>Mudah-mudahan Daerah Istimewa itu jadi tempat yang menyenangkan buat saya selama dua bulan. Semoga.</p>
<p>Selamat tinggal Bandung dengan udara kota terbaik menurut saya, selamat tinggal jajanan Bandung yang melimpah. dan, Halo Jogja! akan saya ubek-ubek kamu.. hahha..</p>
<p>Tunggu cerita saya selama di Jogja ya! <em>wish me a good luck guys</em>&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=240&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/28/jogja-here-i-come/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Low Cost Holiday in Jogja (4-7 November &#8217;09)</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/14/low-cost-holiday-in-jogja-4-7-november-09/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/14/low-cost-holiday-in-jogja-4-7-november-09/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 16:15:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Serunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya saya bisa menulis cerita perjalanan ini. Cerita perjalanan yang tertunda 1 bulan. Sebenarnya saya ingin menulis ini lebih awal, tapi kesibukan benar-benar menyita waktu saya *geleuh*. Tugas penulisan feature cetak, menyelesaikan Supernatural season 3, ngedit video reunian mamah, baca Cinemags, rasa malas, dan masih banyak lagi deh pokonya hal-hal yang membuat saya menunda ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=216&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya saya bisa menulis cerita perjalanan ini. Cerita perjalanan yang tertunda 1 bulan. Sebenarnya saya ingin menulis ini lebih awal, tapi kesibukan benar-benar menyita waktu saya *<em>geleuh*. </em>Tugas penulisan feature cetak, menyelesaikan Supernatural season 3, ngedit video reunian mamah, baca Cinemags, rasa malas, dan masih banyak lagi deh pokonya hal-hal yang membuat saya menunda ini. Baik, kita mulai saja&#8230;</p>
<p>Saya, yang kuliah hanya senin-selasa tiap minggunya, merasa perlu untuk berlibur. Yah, main-main di luar kota lah. Kota tujuan kami ialah Yogyakarta, atau biasa disebut Jogja (bukan dept. store). Saya dan kedua teman saya liburan dengan stelan murah (bukan berarti murahan ya) *<em>naon sih</em>*. Apapun namanya itu, <em>backpacking, low cost traveling, </em>dll. Jadi, dengan budget yang minim mudah-mudahan kami bisa dapat kepuasan di sana. Oya, saya ke kota ini juga sekalian memasukkan surat Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Harian Jogja.</p>
<p>Saya perkenalkan dulu deh teman-teman saya: Sidik dan Rian. Ya, kami hanya bertiga ke sana. Mereka menjadi teman saya sejak SMA. Sekian perkenalan.</p>
<p>Kami bertiga menuju Stasiun Kiara Condong, tepat sesudah Magrib, diantar oleh tetehnya Sidik naik mobil. Menurut jadwal, kereta berangkat pukul 20.20. Tiket sudah dibeli oleh saya tadi siang. Tiketnya bernomor kursi, seharusnya kami tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Tapi, ini Indonesia, segalanya bisa terjadi (kata Sidik). Kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan -baca:ketinggalan kereta. Jadi ketika sampai di Kircon kami masih sempat untuk makan popmie lalu duduk-duduk dekat rel sambil nunggu kereta datang. Oya, ini pengalaman pertama kami naik kereta ekonomi loh&#8230; jauh pula.</p>
<p>Pukul 20.15 kereta datang. Kereta yang kami naiki ialah Kahuripan. Start di Padalarang dan berakhir di Kediri. Ternyata banyak penumpang yang naik kereta ini juga. Kami takut tempat duduk kami disamber orang. Setelah menumukan tempat duduk, kami langsung duduk dan alhamdulillah sesuai nomor (walau sebelumnya tempat duduk ini terlihat sedang diduduki orang lain). Suasana di dalam kereta ekonomi benar-benar tidak karuan. Banyak pedagang yg berseliweran, ada yang berdiri, ada yang duduk di tempat untuk orang lewat, dll. Tapi, ya mau tidak mau kami harus menikmati ini semua. Secara.. tiket murah gituh. Bdg-Jogja Rp 24.000.</p>
<p>Kami disuguhkan hal menarik (perhatian) di sini. Ada yang <em>cekcok </em>di saat kereta sedang berjalan. Dua orang penumpang merasa tempatnya direbut oleh orang lain (dua orang juga, pasangan). Namun kedua orang yg sudah duduk itu pun bersikeras kalau tiket yang dia pegang merupakan tiket resmi. Setelah diminta memperlihatkan tiket, ternyata keduanya kadaluarsa. Itu tiket untuk tanggal kemarin. Tapi, mereka mengaku membelinya di loket, jadi mereka ga mau disalahkan. Teruslah ribut itu, saling adu mulut hingga akhirnya petugas datang. Petugas jelas lebih mempercayai tiket yg sesuai dengan tanggal sekarang. Meski terus menggurutu, akhirnya kedua orang itu keluar karena disuruh petugas untuk menghubungi petugas stasiun (ketika itu kereta sedang berhenti sebuah stasiun).</p>
<p>Analisis kami bertiga, kedua orang itu beli tiket di calo yg menjual tiket kemarin, dan mereka ga ngecek dulu. Hah, dasar ya orang Indonesia. Udah ada tiket murah, tetep aja susah untuk teratur. Dari kejadian itu, saya mendapat pelajaran: jangan pernah beli tiket di calo, selalu periksa tanggal keberangkatan di tiket, dan cepat-cepat ke tempat duduk sebelum disambar orang tak bertanggung jawab.</p>
<p>Kereta terus berjalan. Berhubung ini kelas ekonomi, maka kereta ini sering berhenti di stasiun-stasiun yang dilewati. Sidik tampak asyik mendengarkan mp3 playernya, Rian sesekali memejamkan mata tertidur, sedangkan saya harus membaca buku untuk tugas Fetak. ah! Saya ajak ngobrol orang-orang yg duduk berhadapan dengan kami. Ada dua orang mahasiswa STT Telkom angkatan 2009 yang asli Jogja. Ternyata mereka baru pertama kali juga naik kereta ekonomi. Lalu dekat jendela ada mas-mas (angkatan 03 ternyata) yang katanya berprofesi sebagai intel (tapi bukan intel polisi). Ketika yang lain tertidur, selain baca saya juga kerap ngobrol dengan si mas tadi. Ngobrol apa aja.</p>
<p>Akhirnya kereta tiba di Stasiun Le<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0004.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-225" title="Turun kereta" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0004.jpg?w=692" alt=""   /></a>mpuyangan Yogyakarta pukul 05.40. Perjalanan yang melelahkan. Membuat kaki pegal, pantat aga sakit. Sebenernya kursi agak empuk, tapi kita tidak menaruh barang-barang kita di atas melainkan menggendongnya, sehingga ruang gerak jadi sempit. Seudah turun, kami sempat foto-foto di samping kereta hingga ada &#8220;tangan metal&#8221; misterius yang keluar dari jendela kereta. hahaha. Kemudian kami memutuskan untuk istirahat sejenak di Musholla di stasiun tersebut, sekalian shalat subuh. Mushollanya bersih. Jika dibandingkan dengan Stasiun Kircon, Lempuyangan benar-benar jauh lebih bersih! Padahal keduanya sama, tempat pemberhentian kereta ekonomi.</p>
<p>Istirahat cukup. Kalau kami lanjutkan tidur di musholla, mungkin akang bangun jam 12 siang. Jadi, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya: mencari penginapan. Yang murah tentunya! Keluar stasiun kami seperti orang bingung karena benar-benar buta tentang Jogja. Aha! untung saya membawa peta. Saya mengeluarkan peta lalu mencari arah jalan. Ya, kami harus ke kanan. Sambil berjalan, banyak tukang becak yang menawarkan jasanya kepada kami. Mungkin kami terlihat seperti turis. Kami pun menolaknya dengan sopan.</p>
<p>Kami menuju Malioboro. Karena kami memang berencana mencari penginapan di sekitar Malioboro. Ternyata capek juga jalan dari Lempuyangan sampai Malioboro. Karena sebelumnya saya mendapat info bahwa di Jalan Sosrowijayan ada penginapan murah, kami pun langsung menuju jalan itu. Oya, saat berada di Malioboro, ada seorang calo yang menawarkan penginapan. Namun karena menghindari percaloan, kami pun menolaknya dengan baik-baik. Tapi ternyata dia calo yang baik. Ia memberikan peta Jogja yang lumayan bagus (berbeda dgn yang saya print di rumah). Dan ia bilang bawa saja. Terimakasih banyak mas!</p>
<p>Sampailah kami di Jalan Sosrowijayan. Jalannya tidak begitu lebar. Dan ternyata Jalan Sosrowijayan itu memang daerah penginapan karena banyak sekali kita temukan penginapan di sana. Termasuk hotel. Banyak sekali calo yang menawarkan penginapan. Huh! Karena penasaran dengan harga, kami pun mencoba salah satu penginapan yg ditawarkan calo. Namun, harganya tidak cocok. Jadi kami pun berniat mencari lagi. Tapi karena kami bertiga lapar, kami memutuskan untuk sarapan dulu di angkringan. Rian dan Sidik makan nasi kucing. Nasi yg dibungkus kecil dengan isi tempe kalo ga salah dan harganya murah. cuma serebu! Kalo saya sih, makan gorengan aja.. dan minum teh manis (ups, kalo di sana udah pasti manis) hehe. Sehabis sarapan murah, kami melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Karena merasa gandeng alias berisik mendengar ocehan calo, kami memutuskan jalan saja ke arah yg berlawanan dengan arah Malioboro.</p>
<p>Sampai di ujung jalan, kam<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0025.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-227" title="with a becaker" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0025.jpg?w=692" alt=""   /></a>i ngampar-ngampar di depan bengkel yang masih tutup. fiuh.. cape juga. bawa tas berat soalnya dud!! Ketika kami duduk-duduk, ada tukang becak yang sudah benar-benar tua menghampiri, kami ngobrol-ngobrol. Sidik memberinya sebatang rokok. Karena sepertinya itu bengkel udah mau buka, kami lanjut saja. Ternyata si kakek-kakek tadi berniat mencarikan kami penginapan yg murah. Baik sekali dia.. Setelah negosiasi di beberapa tempat akhirnya kami dapat tempat yg harganya cocok. Di mana? di Sosrowijayan juga. hahaha. Harga per malamnya Rp 40.000 tapi karena kami bertiga jadi kena charge Rp 20.000, yah lumayan lah jadi seorang 20rebu. Tempatnya lumayan bersih. Kamar memang tidak terlalu luas, tapi enak lah dengan harga segitu. Ada ruang untuk nonton tvnya juga lagi. Kamar mandi di luar dan bersih banget&#8230; Namanya &#8220;Losmen Fadel&#8221;.</p>
<p>Arghh.. akhirnya kami bisa merebahkan badan di kasur. Karena belum mandi seharian, kami bergiliran untuk mandi saat itu. Setelah semua mandi, Sidik dan<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0033.jpg"><img class="size-full wp-image-228 alignright" title="Our room" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0033.jpg?w=692" alt=""   /></a> Rian memutuskan untuk istirahat setelah menempuh perjalanan jauh Bdg-Jogja. Sedangkan saya, ada keperluan. Saya mau ke Harian Jogja untuk memasukkan surat untuk PKL. Sendiri saja. Tanpa tau harus naik apa ke sana. Tapi peta tetap saya pegang.. Saya pun berangkat. Tak lupa membeli susu di mini market. Di Malioboro saya bertanya ke tukang parkir-tukang parkir. Apa yang bisa saya naiki untuk sampai ke Jalan MT.Haryono- jalan di mana kantor Harian Jogja berada. Seorang tukang parkir bilang, saya jalan dulu, lalu nanti saya naik bus. Ya sudah, saya ikuti. Saya naik bus entah apa namanya, pokonya mau ke MT Haryono. Ternyata saya harus naik bus 2x, jadi disambung gituh. Ongkos bus, sepertinya jauh-dekat Rp 2.500.</p>
<p>Saya pun sampai di Jalan MT. Haryono, dan harus jalan sedikit karena bus itu tidak sepenuhnya lewat jalan itu. Ah, ketemu juga itu kantor Harjo. Setelah mengurusi semuanya, tinggal pulang nih! naik apa ya? saya bertanya kepada tukang parkir lagih. ternyata saya cukup naik bus satu kali sampai Malioboro. Nah, di bus ituh saya merasa sedikit ditipu. Saya dilempar pertanyaan oleh kondektur dengan bahasa jawa sambil menagih ongkos. Ngomongnya cepat sekali. Benar-benar ngga ngerti. Alhasil, saya bilang aja &#8220;ngga ngerti mas&#8221;. Lalu dia bilang &#8220;turunnya di mana&#8221;.. oh&#8230; saya bilang &#8220;malioboro&#8221;. Saya kasih uang 5.000. tapi dikembalikannya 2.000. Harusnya kn 2.500. huh. tp tak apalah. hehe..</p>
<p>Dari Malioboro, saya jalan sampai losmen. Cape juga. Sesampainya di losmen, saya titiduran bentar. Tapi karena sudah waktunya makan siang, kami bertiga memutuskan untuk keluar cari makan. Sampailah di Malioboro. Entah kenapa kami memilih tempat itu. Sidik makan gudeg komplit yang keliatannya tidak komplit. Sedangkan saya dan rian makan mie ayam. Minumnya? sudah pasti teh (pasti manis). Rasanya: Kata Sidik, gudednya biasa saja. tapi harganya tidak biasa!! 17.000 kalo ga salah. Mie ayam? gak enak! kuahnya cairr sekali! harga sih murah, tp es tehnya mahal! shit! biarlah..</p>
<p>Selepas makan, kami memutuskan jalan-jalan sambil foto-fotoan lah. Pertama ke stasiun dan kami popotoan di bawah terik matahari. Sesudah dari san<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00501.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-229" title="Yogya!" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00501.jpg?w=692" alt=""   /></a>a, kami penasaran dengan Tugu Jogja. Kami harus jalan dan lumayan juga! lumayan jauh! Lalu ada apa di Tugu? biasa saja&#8230; sial,udah jalan jauh2.. Tugu nya biasa aja. Gede juga ngga. Kami pun memutuskan untuk balik lagi.. jauh lagih.. huh! Tujuan kami berikutnya langsung saja losmen karena udah benar2 capek. Sesampainya di losmen, hanya ada satu kata untuk saya: tidur!! ah&#8230;</p>
<p>Bangun-bangun sudah Maghrib.. Setelah sholat, aga maleman dikit, kami memutuskan untuk mencari makan di luar sekaligus cari-cari barang untuk oleh-oleh.. Oya, saudara saya, A Rian yg kuliah di Jogja mau ke losmen malem ini. Setelah siap berangkat, kami langsung menuju Malioboro. Cari-cari barang untuk oleh-oleh. Alhasil saya dapet beberapa baju dan gantungan kunci..  mh, sepertinya emang harus dengan bahasa Jawa agar tawar-menawar bisa berjalan dengan baik. Setelah dapat semua barang, kami cari makan. Tempat makan yang kami hindari: Lesehan di Malioboro. Katanya harganya sangat mahal. Khusus harga turis. Kami pun keluar dari area Malioboro. akhirnya kami menemukan tempat makan. Ada ayam penyet, ada juga soto apa sih lupa namanya. itu lah. Sidik dan Rian pesan soto, saya telor penyet.. hehe, murah meriah gan. Rasanya? standar, biarlah, yang penting makan!</p>
<p>Saat berjalan menuju losmen, a ian (panggilan a rian) sms. Ternyata ia sudah sampai di Losmen Fadel. Saya bilang tunggu, saya masih di jalan. Pas di Sosrowijayan, ternyata ia dan satu temannya sedang nunggu di depan minimarket tempat saya beli susu. Akhirnya saya ajaklah mereka ke losmen. Yah, ngobrol2 lah.. Ga terlalu lama, karena katanya mau jenguk siapa gitu.. di RS. nah, rencana kami berikutnya ialah ke Kopi Joss! Kopi yang dimasukin areng panas. unik kan? yeah! Ya, agak maleman, kami menuju tempat itu. Melewati Jalan Sarkem yang terkenal itu. wew! udah jam segituh, yg ada yang tua2&#8230;haha.. sesampainya di tempat kopi jos itu.. huwaw! rame sekali&#8230; padahal bukan weekend! di tempat lesehannya yang berjejer panjang, penuh dengan anak muda! udah kaya lagi tahlilan aja. Kami pun cari tempat duduk. tapi bukan di lesehan, melainkan di angkringannya saja. Kami pun pesan Kopi joss. Rasanya? joss&#8230; sama saja seperti kopi biasa.hehee&#8230; ngemilnya gorengan. nasi kucing juga ada&#8230;</p>
<p>Selepas dari sana, kami menuju losmen lagi. sempat foto-foto bentar langsung balik deh ke losmen. Sesampainya di losmen, hareudang bukan main. Saya memutuskan untuk mandi dahulu sebelum tidur karena hareudang sekali.. Ah, setelah mandi, saya langsung menuju tempat tidur. Besok masih ada perjalanan lagih. apa? Pantai!! yeah!!</p>
<p>ESOK HARI</p>
<p>Sesudah solat Subuh (Solat teu nya?) hehe.., kami <em>packing-packing</em> barang bawaan karena rencana kami ialah: seharian bermain di pantai lalu malamnya langsung naik kereta menuju Bandung. Ini memang di luar rencana sebelumnya di mana kami berencana satu hari lebih lama di Jogja. Namun karena tidak tahu mau ke mana lagi, jadi kami putuskan untuk pulang di hari kedua di Jogja ini. Kemudian saya dan Rian mencari tempat penyewaan motor karena ke daerah pantai tersebut sulit jika naik kendaraan umum *kayaknya harus hitchhiking*. Jadi, lebih enak kalau nyewa motor saja. Akhirnya kami pun dapat tempat penyewaan motor tersebut. Selama 12 jam harganya Rp 50.000. Sayang memang jumlah kami ganjil. Tapi mau gimana lagi. Hajar sajah!</p>
<p>Akhirnya kami segera<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0077.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-231" title="nu mana cing penjagana?" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0077.jpg?w=692" alt=""   /></a> meninggalkan Losmen Fadel, losmen yang cuma kami tempati satu malam. Oiya, kenapa kita bawa semua barang bawaan ke pantai? karena waktu <em>check out </em>ialah jam 12 siang. Jadi mau tak mau kita kudu bawa barang bawaan kita dari sekarang. Sebelum berangkat, kita foto-foto dulu di ruang tamu losmen bersama si penjaga, siapa y lupa namanya. Ya pokonya dia yg saya minta pinjam sajadah, saya minta pinjam sisir. Maka berikutnya terjadi banjir air mata (ini mah bohong).</p>
<p>Kami bertiga akhirnya berangkat menuju pantai-pantai tersebut, di daerah Wonosari, Gunung Kidul kalo ga salah. Saya boncengan dengan Rian, Sidik sendiri, soalnya dia bawa backpack yg berat. Di perjalanan, sekitar 10 menit perjalanan, kami sarapan dulu. Kenapa? karena kami lapar. Ada sebuah gerobak dengan tenda di pinggir jalan <em>*ya iya atuh di pinggir jalan, kalo di tengah mah udah ketabrak mereun*</em> GARING. Sedia gado-gado dan Indomie rebus. Makanlah kami, Rian dan Sidik makan gado-gado, kalo saya indomie saja. (takit ga enak gado-gadonya) Kalo indomie mah ga mungkin beda kn ya rasanya&#8230; Tapi kata sidik, gado-gadonya itu enak. harganya 6.000. Kami juga ngobrol ama si bapa dan ibu penjualnya yang sudah agak tua. Kami bilang mau ke pantai sana. Terus si ibu bilang, di Pantai Baron ada tempat asyik, terus di sana ada yang jual makanan2 laut kaya kepiting dengan harga murah! sayangnya saya ga suka makanan laut. mmphh..<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0095.jpg"><img class="size-full wp-image-232 alignright" title="pertaminum" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0095.jpg?w=692" alt=""   /></a></p>
<p>Setelah mengisi perut, kini giliran motor yang diisi. Diisi apa? ya bensin! Selanjutnya, perjalanan dimulai! yeah! Kami benar-benar belum pernah ke daerah sana sebelumnya. Percayalah! Jadi ini benar-benar sebuah petualangan! Saya sangat suka ini! Kami melewati daerah yang berkelak-kelok seperti di Cipatat atau di Puncak. Kami bertanya pada penduduk setiap ada belokan-belokan besar yang tidak ada petunjuknya. Beberapa menit sebelum sampai, kami bertemu dengan trunk tanki yang biasa bertuliskan Pertamina, namun ini lain tulisannya adalah &#8220;Pertaminum&#8221; hahaha. Tentunya kami tidak akan membiarkan begitu saja momen ini. Jeprettt! Setelah sempat kesal karena merasa tidak nyampe-nyampe&#8230; akhirnya&#8230; kami sampai di gerbang wisata pantai tersebut. Dari Kota Jogja, kira-kira kami menghabiskan waktu selama  2,5 jam. Kami bertiga harus membayar Rp 8.000 katanya. <em>*jumlah yang aneh ya buat bertiga?!*</em></p>
<p>Ternyata memang banyak pantai di sini. Ada Drini, Sundak, Krakal, Kukup, Baron. Kayanya ada yang blm kesebut. Lupa. Baron belok kanan. Kukup lurus. Sedangkan sisanya belok kiri. Karena tujuan pertama kami ialah Krakal, maka kami pilih belok kiri. Setel<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0101.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-233" title="krakal board" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0101.jpg?w=692" alt=""   /></a>ah sempat kesal karena ga nyampe-nyampe.. akhirnya.. ombak laut Samudra Hindia itu melambai-lambai kepada kami. yeah!! kami sampai di Pantai Krakal. Motor langsung di parkir. Tanpa pikir panjang kami langsung menuju pantai yang benar-benar sepi itu. Tidak sabar seindah apa pantai yg kata Mas Ayub paling oke di Jogja itu. Kesan pertama, mmh&#8230; bersih sih, tapi banyak karang, jadi kalo kita injak rada-rada sakit. Kami pun buka baju, berenang-renang kecil. Kami melihat ada sekelompok orang yang berenang juga di ujung sana. Lumayan jauh. Kami coba untuk ke sana, berjalan.. Aha, meskipun tidak sampai pada kumpulan orang yang sedang berenang itu, kami menemukan <em>spot </em>yang kayanya enak untuk dipake berenang.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0162.jpg"><img class="size-full wp-image-234 aligncenter" title="me" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0162.jpg?w=692" alt=""   /></a><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0203.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-235" title="jernih gan!" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0203.jpg?w=692" alt=""   /></a><a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0224.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-236" title="you beacH!" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0224.jpg?w=692" alt=""   /></a>Whoaa! airnya jernih! kaya di kolam renang.. Mmhh.. bener-bener deh. Pantai terbaik yang pernah saya datangi di Indonesia (seriusan) belum pernah sebelumnya saya liat pantai sebagus ini. Kami pun berenang-renang sepuasnya. Pantai serasa milik kami sendiri karena tidak ada lagi yang berenang. Hari semakin siang. Sekitar jam 1-an (ya, kami tidak Shalat Jumat, karena ribet mandi-wudu-lalu berenang lagih karena blm puas). Ya, jam 1 akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi bermain air. Oya, tentu kami juga tidak lupa foto-foto di sana. Kebetulan di dekat sana ada pemandian, mandilah kami di situ. Biaya pemandian sekitar 2ribu atau 3ribu gitu, saya lupa. Berikutnya kami akan mendatangi pantai-pantai lain. Kami pun beranjak dari Krakal.</p>
<p>Berikutnya kami menuju Kukup dan Baron. Tapi karena sepertinya waktunya tidak cukup, langsung aja ke Baron. Karena Rian dan Sidik juga sudah lapar. Ada cerita menarik, saat menuju Baron, motor yang saya kemudikan menabrak ayam yang sedang menyebrang hingga kelepek2 di jalan. *Maafkan saya yam, lagian kenapa kamu juga nyebrang ga liat kanan-kiri dulu!?*Sampailah kami di Baron. Mmh,, pantainya biasa saja. ada beberapa kapal nelayan. Tapi ada aliran dari laut menuju tebing-tebing<a href="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0267.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-237" title="DSC_0267" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0267.jpg?w=692" alt=""   /></a> gitu, seperti sungai. Nah, di situ ada bule-bule lagi berenang. Ternyata mereka dari Spanyol. Sempat menyapa kami dan meminta Rian untuk membantu mengabadikan kegiatan mereka bermain air. Setelah itu, kami menuju tempat penjualan makanan laut. Ada kepiting, Udang, Kakap Merah, dll lah. Dan harganya murah gan! Sidik dan Rian membelinya untuk di makan. Jadi di warung makannya, tinggal beli nasi dan minuman. Mh.. sayangnya saya tidak suka aneka makanan laut, sayang seribukali sayang. Yasudah lah.</p>
<p>Setelah kenyang (kecuali saya), kami bertiga memutuskan langsung pulang. Sebelum mencapai gerbang, kami melihat ada belokan dengan petunjuk bahwa ke sana adalah ke arah Jogja. Dengan jalan yang baru diaspal, kami memilih jalan situ saja. Terus saja kami mengikuti jalan utama.. jalanan benar-benar sepi, tidak seperti waktu berangkat. Hingga akhirnya kami menyadari bahwa kami melintasi jalan yang berbeda dengan saat berangkat. Akhirnya kami pun sampai lagi di Jogja dengan selamat. Alhamdulillah.</p>
<p>Kami menuju daerah yang banyak menjual bakpia. Untuk oleh-oleh.. Setelah bakpia dibungkus, kami menuju Stasiun Lempuyangan. Saat itu kira-kira pukul 17.30 lah. Jadi, Sidik bersama barang-barang kami ditinggal di stasiun. sedangkan saya dan Rian mengembalikkan motor. Bagus kan strategi kami? heheh.. Ah, motor pun sudah kami kembalikan dengan kondisi body dan bensin sesuai dengan kondisi awal. Saya dan Rian naik becak menuju stasiun, karena sudah tidak kuat lagi jika harus berjalan..</p>
<p>Sampai di stasiun, saya dan Rian langsung menuju Mushola, tempat Sidik menunggu. Kami beristirahat sambil menunggu loket dibuka. Ya, loket dibuka satu jam sebelum kereta berangkat. Kali ini tiket tidak ada nomernya, karena si kereta start di Kediri. Itu artinya kami harus bersaing dengan penumpang lain untuk mendapat tempat duduk. Nikmati saja&#8230; Saya mencari tukang nasi goreng di luar stasiun, karena hanya saya yg belum makan dari siang.hehe.. Dapat juga. Makanlah saya dengan lahap. nyam-nyam-nyam.. Sesudah itu saya kembali ke mushola untuk menunggu kereta datang. Akhirnya loket dibuka. Kami membeli tiket dengan harga yang sama waktu kami berangkat. Yaitu Rp 24.000. Menunggu dan menunggu, akhirnya kereta itu pun datang! dan,, keretanya pun penuh.. kami pesimis bakal langsung dapat tempat duduk. Tapi yang penting, kami masuk dulu.</p>
<p>Ternyata benar, kami berdiri. Siapa yang pertama dapat tempat duduk? dialah Sidik. Jadi ia hanya berdiri sekitar 15 menit-an. Termasuk beruntung. Tapi tidak lama kemudian, sekitar 10 menit kemudian, saya dan Rian pun kebagian tempat duduk. Alhamdulillah. Kami cukup beruntung hanya berdiri dalam beberapa menit. hehe. Ada cerita menarik. Di tempat duduk Sidik, ada seorang ibu rela duduk di bawah demi anaknya yang sedang terlelap. Luar biasa..</p>
<p>Saya pun tertidur-bangun-tertidur-bangun dan begitu seterusnya selama perjalanan. Hingga akhirnya kereta sampai di Stasiun Kiaracondong. Di sana sudah ada tetehnya Sidik yang menjemput pakai mobil. Kami melewati kembali jalanan Bandung yang penuh angkot. Ya, angkot penyebab kemacetan karena ngetem seenaknya yang tidak akan kamu temukan di Jogja.</p>
<p>Hwaa.. perjalanan yang sangat berkesan. Benar-benar tidak akan terlupakan. Mungkin inilah perjalanan backpacking pertama saya. Terimakasih untuk orang-orang yang sudah membantu selama di perjalanan maupun di Kota Jogja. Terimakasih rekan-rekan perjalanan saya, Rian Irawan dan Sidik Permana. Mudah-mudahan saya dapat menulis cerita-cerita perjalanan saya berikutnya. I Love Jogja!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=216&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2010/01/14/low-cost-holiday-in-jogja-4-7-november-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Turun kereta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0025.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">with a becaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0033.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Our room</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_00501.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yogya!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0077.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nu mana cing penjagana?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0095.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pertaminum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0101.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krakal board</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0162.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jernih gan!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0224.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">you beacH!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2010/01/dsc_0267.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0267</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampul Buku</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/04/sampul-buku/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/04/sampul-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (3/11) saya berencana membeli buku &#8220;Menuju Jurnalisme Berkualitas&#8221;. Buku itu harus saya baca, rangkum, dan analisis. Seperti biasa, itu merupakan tugas mata kuliah Penulisan Feature Cetak. Penugasan yang benar-benar membosankan sekaligus memakan waktu. Sehabis kuliah saya berencana membelinya di toko buku Toga Mas. Kata Rizal, di sana murah. Saya juga sebelumnya pernah mendengar kabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=213&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin (3/11) saya berencana membeli buku &#8220;Menuju Jurnalisme Berkualitas&#8221;. Buku itu harus saya baca, rangkum, dan analisis. Seperti biasa, itu merupakan tugas mata kuliah Penulisan Feature Cetak. Penugasan yang benar-benar membosankan sekaligus memakan waktu.</p>
<p>Sehabis kuliah saya berencana membelinya di toko buku Toga Mas. Kata Rizal, di sana murah. Saya juga sebelumnya pernah mendengar kabar itu, tapi ada juga yang bilang lebih murah di Palasari. Saya penasaran. Sedangkan Alby- teman seperjuangan saya di Fetak, kekeuh kalau harga buku di Palasari lebih murah ketimbang Toga Mas. Untuk membuktikannya, kami merencanakan sesuatu. Saya ke Toga Mas, ia ke Palasari. Kemudian kami akan bandingkan harganya. Namun karena berhalangan, ia tidak jadi pergi sore itu. Ya sudah, karena saya sudah melewati Ujung Berung, mau tidak mau saya harus datangi Toga Mas. Urusan harga gimana nanti.</p>
<p>Saya pun tiba di Toga Mas. Tempatnya enak, nyaman, tidak ramai. Berbeda dengan Palasari yang seperti pasar. Saya menemukan buku yang saya cari. Saya membalikkan buku untuk melihat harga buku itu. Di sana tertera harga asli yaitu Rp 55.000 dan tulisan disc 15% sehingga menjadi 46.750. Mmm.. seingat saya di Palasari diskonnya hingga 20%. Seketika saya percaya dengan Alby yang bilang Palasari tetap lebih murah. Saya tidak jadi beli di sana dan langsung <em>cabut </em>menuju Palasari. Seperti biasa, karena suka yang praktis-praktis aja, saya langsung menuju Bandung Book Centre (BBC) yang sudah mendiskon semua bukunya sebesar 20%. Saya menanyakan buku tersebut ke mbak-mbak yang sedang di depan komputer, ia bilang bukunya ada. Ada di lantai 2.</p>
<p>Sampai ke lantai dua, saya cari buku &#8220;Menuju Jurnalisme Berkualitas&#8221; di deretan buku-buku komunikasi. Ahh, malas mencari. Saya tanya saja langsung hingga akhirnya saya dibantu oleh mbak-mbak berlogat Minang. Siang itu saya benar-benar <em>leuleus. </em>Belum makan dari pagi. Setelah dicari-cari sekian lama, bukunya tidak ketemu juga. Aneh, padahal di database komputer mereka jelas-jelas ada. Setelah si mbak itu sudah mulai malas mencari dengan bilang &#8220;kayaknya gak ada mas&#8221;, saya pun menyudahi pencarian saya karena sudah terlalu lelah. Saya kemudian keluar. Saya tanya ke abang-abang yang ada di toko-toko kecil. Tetap tak ada. Saya sudah frustrasi. Saya mau pulang saja. Beli buku itu besok aja deh, di Toga Mas. Sungguh saya sudah sangat malas jika harus balik ke Toga Mas saat itu juga.</p>
<p><strong>ESOK HARI</strong></p>
<p>Sore ini saya akan berangkat ke Jogja bareng Rian dan Sidik. Mau main kita. Liburan dengan biaya murah. Jadi pagi ini saya berencana membeli tiket kereta ekonomi Bandung-Jogja untuk malam hari. Setelah tiket ada dalam genggaman, saya menuju Toga Mas. Mau tidak mau saya harus membeli di situ. Tak apalah. Perbedaan harga hanya sekitar tiga ribu dengan Palasari. Setelah sampai, saya langsung ambil buku itu dan kembali melihat harganya. Masih sama, Rp 46.750 (setelah didiskon). Kemudian saya menuju kasir. Si kasir bilang harganya Rp 44.000. Loh? ko diskonnya jadi 20%. Ya sudahlah, karena merasa beruntung saya jadi tidak perlu banyak tanya. he he..  Dan ia bilang ada bonus sampul gratis. Wah, kali gini sih, sama kayak di BBC Palasari. Diskon 20% dan gratis nyampul. Tapi untuk kenyamanan jelas Toga Mas lebih unggul lah. Oia, saat menyampul saya meliahat ada Drunken Molen (yang sebelumnya susah saya cari). Saya putuskan untuk membeli buku itu juga.</p>
<p>Setelah disampul, saya pikir hasil sampulannya akan rapih. Ternyata, tidak sama sekali. Jauh lebih rapih menyampul di BBC. Karena kesal, saya berniat membuka itu sampulan. Eh, ternyata gampang karena dia menyampul dengan tidak menggunakan selotip. Wah, ini sih bener-bener bonus yang tidak niat. Pokoknya kalau beli buku di Toga Mas, ga perlu disampul deh.. walaupun itu gratis. Setelah itu saya menuju Palasari untuk menyampul di tempat sampul yang ada di sana, yang harganya 1.000an per buku. Terakhir, saya menyampul di tempat seperti dan hasilnya sangat memuaskan. Sangat rapih. Keluar duit 1.000 itu <em>worth it. </em>Maka di pikiran saya sejak itu, tempat-tempat jasa sampul dengan harga 1.000 itu pada rapih nyampulnya.</p>
<p>Saya bingung harus ke tukang sampul yang mana. Karena lumayan banyak dan banyak juga yang sedang tidak ditunggui pemiliknya. Saya liat ada bapak-bapak tukang sampul menganggur. Di mejanya ada tulisan &#8220;Aladin&#8221; kalo ga salah. Tapi gulungan plastik sampulnya cuma satu. Biasanya pada lebih dari satu. Saya pun mengeluarkan dua buku yang saya beli untuk minta disampulkan. Berbarengan dengan siswi SMP yang bukunya ingin disampul juga. Hasilnya&#8230;. kok?!?! <em>teu rapih sumpah</em><em>!!</em> Rugi banget itu keluar duit 2.000! Bahan sampulnya juga tipis.. arghhh!!?&gt;!?! Saking ga sukanya, saya berjalan di sekitar Palasari sambil membuka itu sampul. Saya berniat mencari tempat sampul lain yang di mejanya ada banyak gulungan plastik sampul. Bodo amat duit 2rebu melayang. Di pikiran saya, kalo di mejanya ada banyak gulungan, itu pasti rapih.</p>
<p>Akhirnya saya temukan deh, meja tukang sampul dengan gulungan yg banyak. Kemudian disampulah buku saya itu.. Ya, <em>better</em> lah. Dia menyampul jauh lebih rapih dibanding yang sebelumnya. Saya pun pulang ke rumah dengan perasaan tenang. Ketika sampai di rumah, saya bandingkan dengan buku-buku saya sebelumnya yang disampul juga. Beda. Buku-buku yang saya beli sebelumnya, sampul plastiknya lebih tebal. Apa sekarang harganya jadi naik? Jadi kualitasnya pun diturunkan. Hah, entahlah&#8230; Yang pasti, saya gak mau buku saya jadi ga enak dilihat gara-gara disampul dengan tidak rapih. <em>(so iyeh lu dit!)</em></p>
<p>Ada tips nih dari saya kalo mau nyampul buku di tempat-tempat jasa penyampul buku seperti di Palasari:</p>
<p>1. Cari tukang sampul yang kelihatan rapih</p>
<p>2. Cari yang di mejanya ada banyak gulungan plastik sampul</p>
<p>3. Kalau bawa lebih dari satu buku, jangan langsung keluarin semua. Satu aja dulu. Kalau hasilnya bagus, baru keluarin yang lain. Kalau jelek, mending cari tempat lain.</p>
<p>Malam ini saya berangkat ke Jogja nih. Mudah-mudahan ngga ada apa-apa &amp; balik ke Bandung dengan sehat walafiat. Amin. ciaoo!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=213&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/04/sampul-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Pecel Ayam #4: Jalan Hasanuddin (Samping Borromeus)</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/02/ekspedisi-pecel-ayam-4-jalan-hasanuddin-samping-borromeus/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/02/ekspedisi-pecel-ayam-4-jalan-hasanuddin-samping-borromeus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Serunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, sudah 4 minggu berlalu sejak ekspedisi edisi pembuka. Tujuan kali ini ialah pecel ayam yang terletak di samping RS Borromeus (terkenal karena selalu dipenuhi pengunjung). Ya, setiap melewat jalan ini, pasti kami menemukan kumpulan orang yang sedang menunggu giliran untuk bisa duduk. Atas dasar itulah kami ingin mencoba pecel ayam ini. Kami ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=192&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_208" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-208" title="DSC_0270" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0270.jpg?w=692" alt="DSC_0270"   /><p class="wp-caption-text">Dalam keadaan kosong, karena sudah larut malam.</p></div>
<p>Tak terasa, sudah 4 minggu berlalu sejak ekspedisi edisi pembuka. Tujuan kali ini ialah pecel ayam yang terletak di samping RS Borromeus (terkenal karena selalu dipenuhi pengunjung). Ya, setiap melewat jalan ini, pasti kami menemukan kumpulan orang yang sedang menunggu giliran untuk bisa duduk. Atas dasar itulah kami ingin mencoba pecel ayam ini. Kami ingin tahu, apa kelebihan tempat ini sehingga kerap dipenuhi pengunjung.</p>
<p>Kali ini ekspedisi dilakukan tidak seperti biasanya. Jika sebelum-sebelumnya dilaksanakan setiap Jumat, kali ini kami berangkat hari Sabtu. Saya berangkat dari rumah setelah Magrib menuju rumah Ardhy. Hari itu ia baru pulang dari Jakarta karena sedang melaksanakan <em>job training</em> di Metro TV. Kami berdua langsung menuju lokasi dan janjian dengan Riko di sana. Sedangkan Lingga, ia bilang akan nyusul karena sedang ada <em>date </em>dengan kekasihnya, Lisye. ehe.</p>
<p>Setelah berjumpa Riko di parkiran, kami memutuskan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Ketika suasana benar-benar ramai. Penuh sekali. Banyak yang antri untuk duduk. Wow! Kemudian ketika <em>luak-lieuk.. </em>eh, ada sepasang jurnal-jurnil di sana yang sedang makan. Ya, mereka adalah Bang Ipul dan Meong. Mereka terlihat sedang menyantap makanan dengan nikmat. mm&#8230;&#8230;. setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan mereka, kami pun mencari tempat duduk. Ah, akhirnya ketemu.. posisinya ada di bagian luar tenda. Tapi tak apa. Yang penting bisa duduk. Lalu saya dan Riko memesan makanan. Saya pesaned (ceritanya <em>past tense</em>) ayam dada + tahu. Tapi apa daya, ternyata tahu tempe telah habis. Ya sudah, saya pesan ayam saja. Begitu juga Riko. Sedangkan Ardhy pesan Lele.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-209" title="DSC_0255" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0255.jpg?w=692" alt="DSC_0255"   /><img class="alignright size-full wp-image-210" title="DSC_0256" src="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0256.jpg?w=692" alt="DSC_0256"   />Pesanan datang! Kami bertiga sangat penasaran, bagaimana sih rasanya hingga mampu menarik banyak pengunjung. Sedikit berbeda dari biasanya, pada pecel ayam ini saya tidak menemukan kol. Selain sambal, ayam hanya ditemani dedaunan gitu lah. Entah habis, entah memang seperti itu penyajiannya. Saya mencocol potongan ayam (biasanya tahu untuk cocolan pembuka) ke sambal. Mmm, ada yang beda dengan sambalnya, tapi apa ya? Rasanya asam dan sedikit pedas. Tapi kenapa sambalnya terasa beda ya. Seperti gak ada filter gitu rasa sambalnya. hehe. Setelah saya cermati, saya akhirnya tau, yang berbeda dari sambal ini ialah tidak adanya campuran terasi. Bagaimana dengan ayamnya? wow, lezat!! ayamnya benar-benar renyah, dagingnya oke, rasanya oke. Menurut saya ini merupakan ayam yang paling enak dibanding tempat-tempat sebelumnya. Tapi saya kurang sreg dengan sambalnya. Ga pake terasi soalnya.</p>
<p>Riko bilang tempat ini merupakan pecel ayam terbaik. Ardhy juga memuji rasa lelenya yang benar-benar renyah. Sedangkan saya sendiri, saya suka ayamnya, tapi sambalnya kurang pas menurut saya. Bagaimana dengan bebeknya? Bagi penyuka bebek, sepertinya tempat ini wajib didatangi karena mungkin rasanya renyah juga (seperti ayam dan lelenya). Kami pun menghabiskan makanan kami.</p>
<p>Sesudah makan, kami ditemani Bang Ipul dan Meong untuk ngobrol-ngobrol. Selang berapa lama, duet Li-Li (Lingga Lisye) datang juga. Kami pun melanjutkan acara ngobrol-ngobrol. Hingga ketika Bang Ipul hendak pulang dan sudah menaiki motor, datanglah pengamen bencong. *hiiiii.. Ia ngamen tepat di sebelah Riko. Riko meminta maaf karena tidak memberi. Tapi si tulang lunak itu terus bernyanyi. Hingga akhirnya salah satu dari kami memberinya uang. Setelah diberi uang, ternyata ia masih mengharapkan pemberian dari Riko. Riko pun kembali bilang <em>punten. </em>Taukah Anda apa yang kemudian terjadi? Bibir si bencong mendekati pipi Riko dan hendak menciumnya&#8230; Masih teringat oleh saya bagaimana suaranya terdengar jelas &#8220;mmmuahhhh&#8221;. ahahahaha. Rian pun menjadi bahan tertawaan kami karena ketika hendak dicium, ia bukannya menghindar, malah memejamkan mata sambil gemetar. hahahha.. Riko.. Riko.. ;D</p>
<p>Secara keseluruhan tempat ini perlu dicoba karena rasa ayamnya yang enak. Namun jika Anda mementingkan urusan kenyamanan, saya rasa Anda perlu menunggu hingga malam karena sudah kosong (tapi makanannya juga habis) haha. Selamat mencoba, deh!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=192&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/02/ekspedisi-pecel-ayam-4-jalan-hasanuddin-samping-borromeus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0270.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0270</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0255.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0255</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityadit.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0256.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0256</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Dua</title>
		<link>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/01/dua-dua/</link>
		<comments>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/01/dua-dua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 15:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityadit</dc:creator>
				<category><![CDATA[# Segala Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityadit.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Dua-dua ialah nomor jersey Kaka&#8217; saat masih di Milan Dua-dua ialah tanggal kelahiran adik saya, Aldiva Dua-dua ialah SMA beberapa teman dekat saya Dua-dua ialah angka sebelum 23 dan sesudah 21 Dua-dua ialah USIA SAYA SEKARANG!!! Tak banyak kata yang bisa diucapkan. Yang jelas ini bukan usia untuk : * meminta uang kepada orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=189&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua-dua ialah nomor jersey Kaka&#8217; saat masih di Milan</p>
<p>Dua-dua ialah tanggal kelahiran adik saya, Aldiva</p>
<p>Dua-dua ialah SMA beberapa teman dekat saya</p>
<p>Dua-dua ialah angka sebelum 23 dan sesudah 21</p>
<p>Dua-dua ialah <strong>USIA SAYA SEKARANG!!!</strong></p>
<p>Tak banyak kata yang bisa diucapkan. Yang jelas ini bukan usia untuk :</p>
<p>* meminta uang kepada orang tua untuk hura-hura</p>
<p>* bermalas-malasan karena masih ada hari esok</p>
<p>* bersantai-santai karena masih ada hari esok</p>
<p>* menunda-nunda pekerjaan karena masih ada hari esok</p>
<p>Tapi di usia ini kamu harus bersikap dewasa, bijak, dan optimalkan segalanya. Selesaikan misimu, capai tujuanmu.</p>
<p>Teruslah berusaha dan berdoa agar semangat ini tidak luntur. Semangat dit!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terimakasih untuk mamah, mapah, kedua adik saya, dan teman-teman saya tercinta yang mendoakan saya di hari ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">_duapuluhlimaoktober.duaribusembilan_</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityadit.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityadit.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityadit.wordpress.com&amp;blog=5603804&amp;post=189&amp;subd=adityadit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityadit.wordpress.com/2009/11/01/dua-dua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db56a83f85708501806b9185e820bc1b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityadit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
