Ekspedisi Pecel Ayam #1: Buah Batu (seberang Ouval)

DSC_0006Berhubung saya sedang tidak ada kerjaan dan memang penggila pecel, saya memutuskan untuk mengadakan Ekspedisi Pecel Ayam di Bandung. Untuk ekspedisi pertama ini, saya menjatuhkan pilihan pada Pecel Ayam yang terletak di Jalan Buah Batu, tepatnya seberang Ouval Research. Ups, sebelumnya akan saya perkenalkan dulu Tim Ekspedisi Pecel edisi pertama ini. Saya ditemani oleh dua teman dan kebetulan kami bertiga sama-sama baru menyukai pecel ayam ketika duduk di bangku kuliah. kamana wae ateuh? Mereka adalah Ardhy dan Rian.

Saya sudah 3x makan di tempat ini. Menurut saya, untuk sementara sambal pecel di tempat ini masih yang terbaik. Karena itu pula, saya memilihnya sebagai tujuan dalam edisi pembuka Ekspedisi Pecel Ayam (selain karena rindu).

Setelah berkumpul di rumah Ardhy, kami langsung caw menuju tempat tersebut. Lokasinya sangat sangat jauh dari rumah Ardhy (naik motor, 2 menit nyampelah). Setelah sampai, kami langsung memesan pesanan kami masing-masing yang rada-rada mirip tapi tetap beda. Seperti biasa, saya memesan menu andalan yaitu: nasi+dada ayam+tahu. Ardhy memesan nasi+dada ayam+tempe. Sedangkan Rian: nasi+paha ayam saja. Bisa disimpulkan: saya dan Ardhy penyuka dada. Rian penyuka paha! Oiya, kolnya digoreng ya mas!

DSC_0014Akhirnya, rasa rindu itu pun terobati dengan datangnya pesanan kami. Saya langsung menyobek bagian dari tahu lalu mencocolkannya ke sambal yang fenomenal itu. mantabb.. rasanya masih sama! enakk….Terbuat dari apa saja sih sambal itu? mari kita bahas.

mm.. yang pasti sambal ini terbuat dari tomat, cabai, terasi… lalu apalagi ya? ahh, saya bukan Bondan Winarno- yang bisa langsung tahu komposisi detail sebuah makanan. Rupanya rasa asam pada sambal tersebut yang membuat nikmat. Ya, rasa asam berasal dari tomat yang tampak dominan di komposisi sambal tersebut. Bahkan potongan-potongan kulit tomat dapat kita temukan di sambal tersebut.

“rasa asam dari tomat tersebut yang membuat sambal ini terasa segar”, ujar Ardhy.

Kalo kamu gimana yan?

“enak, ada asem-asemnya..”, kata Rian, yang baru pertama kali makan di sana.

Bagi Anda penyuka cita rasa pedas sepertinya tidak akan cocok dengan sambal ini karena rasanya tidak begitu pedas. Ya, semuanya tergantung selera. Setiap orang pasti memiliki selera yang berbeda-beda terhadap suatu makanan. Namun bagi saya, sambal ini tetap paling oke!! (kekeuhnya maneh?!) Oya, sambal di tempat ini bentuknya agak cair-cair becek.

FYI: Bila Anda menemukan sambal pecel yang kental, berarti sambal tersebut dibuat di tempat dagangnya langsung. Jika bentuknya agak cair, berarti sambal tersebut dibuat di rumah sehingga si pedagang tidak perlu lagi mengulek di tempat ia berdagang. Buat saya sih sama aja. Tapi salah satu teman saya ngga suka kalau bumbu pecelnya kental. Kaya bumbu batagor katanya.. hehe.. ya kan Fu?

Bagaimana dengan rasa ayamnya? ya.. standar la ya rasa ayam mah. Kalau Lele? ga tau, da ga suka! Dilihat dari segi kuantitas, sepertinya satu porsi Anda akan merasa kurang (ukuran laki-laki). Nasinya yang tidak banyak dan ayamnya pun tidak terlalu banyak dagingnya. Namun jika Anda tidak mengutamakan itu dan cenderung mengharapkan sambal yang nikmat, Anda patut mencobanya..

Harga: Nasi+Ayam+Tahu = Rp 8.500

Oke saudara-saudara, sekian untuk edisi kali ini. Sampai bertemua di Ekspedisi Pecel Ayam berikutnya. adioss..sah!

Advertisements

3 thoughts on “Ekspedisi Pecel Ayam #1: Buah Batu (seberang Ouval)

  1. potongan rambut pedagang pecelnya kereeeen, kayak potongan rambut para vokalis band2 yg lagi booming saat ini….
    mungkin karena lokasi tempat jualannya berada di depan distro gawul, yg sering dijadikan tempat nonkrong ABG, sehingga terjadi akulturasi budaya. pedagang pecel yang berasal dari madura itu pun menyesuaiakan potongan rambutnya dengan kebudayaan sekitarnya. supaya dagangannya juga disukai oleh remaja di daerah tersebut dia beradaptasi dgn lingkungan temapt dia jualan,,,.
    jadi kesimpulannya si pedagang menerapkan strategi pemasaran yg cukup unik….
    hauahaha….naon deui teu nyambung….

  2. hahaha, tapi itu mah pedagang trainee yan. Rambutnya emang keren banget yan, full face! nutupin muka. hahaha.

    oya, sepertinya kebanyakan pedagang pecel lele/ayam berasal dari Lamongan. Dia kebetulan dari Madura ditarik ke Lamongan.

  3. waaahh… dit,,spertinya aqu mesti nyoba neyh.meskipun kata km bumbumnya kurang pedes.tp pas tau bumbu yg ini kuat di rasa asemnya,,Hhmmm…. boLeh juga *jadi pnasaran*.Krn menurut aqu,,bumbu pecel yg juara tuwh,,udah pedes,,asem lagi… *bukan manis.apalagi pLus kentel* Hehe.. :p Yaahh…setidaknya tempat pecel favorit km ini sudah memenuhi satu kriteria yg aqu suka. Hehehhe…. nanti aqu kasih tau dec gmn penilaian aqu kLo dah nyobain yg di depan ouval ini dit.. :>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s