Ganti (model) Rambut Sambil Migrain

Rencana utama hari ini (Kamis, 15/10) ialah berkunjung ke rumah Ayub-teman kampus saya yang sudah lama tidak saya temui. Dia baru saja menyelesaikan job training di Jogja TV. Sebelumnya, ia jobtre di Harian Jogja. Nah, tujuan saya ke rumahnya ialah mengopy file proposal dia yang diajukan ke media massa untuk keperluan jobtre. Kebetulan saya ingin job di tempat yang sama dengan Mas Ayub- begitu teman-teman kampus memanggilnya. Maka dari itu saya meminta contoh proposal darinya. Rumah Ayub terletak di Santosa, Soekarno Hatta. Sekomplek dengan Lingga. Sehabis dari sana, saya berencana untuk potong rambut, soalnya si pop sudah marah2 nih, melihat gondrongnya rambutku. Berarti tujuan hari ini ialah Rumah Ayub lalu Iwan Kancra (tempat biasa potong rambut).

Awalnya semua baik-baik saja, kecuali radang tenggorokan yang kini menjadi batuk. Namun di tengah perjalanan menuju rumah Ayub, saya merasa ada yang ngga beres dengan kepala. Ah, ini sih migrain. Yaudahlah kagok. Lagian ga mengganggu-ganggu amat. Toh si Amat juga ga mengganggu kan?

Akhirnya sampai juga di rumahnya. Terakhir ke sana waktu zaman-zamannya… wah udah lama lah pokonya! Kita pun berbincang-bincang mengenai apa saja. Job training, Kota Jogja, kereta ekonomi, cewek (halah!), hingga tempat penyewaan motor merupakan hal-hal yang kami bicarakan saat itu. Lalu ketika masuk ke kamarnya untuk memindahkan file dari laptopnya ke mp3-playerku, Ayub memperdengarkan musik karya ia dan teman-temannya yang tergabung dalam MAY. Ia bilang kalau mereka sudah mendapat label. Wow, temanku artis! ditunggu aja mas, di acara Inbox.hehe..

Esia pun berdering. Ternyata Lingga. Ia bertanya saya ada di mana. bla bla bla hingga akhirnya ia memutuskan untuk main juga ke rumah Ayub. Tak berapa lama, Lingga pun datang. Obrolan pun menjadi tambah ramai. Kemudian kami bertiga melihat-lihat foto2 KKN mas Ayub di laptopnya. Ayub ditempatkan di desa Ciptarasa (kalau ga salah). Gak tau kecamatannya apa. Surade mungkin. Saya dan Lingga terkesima melihat kondisi desa tempat KKN-nya Mas Ayub. Benar-benar desa. Menyerupai Kampung Naga lah. Keren..keren..

Ketika hendak pulang, Lingga mengajak untuk potong rambut. Wah, kebetulan. Saya pun memang berencana potong rambut hari itu. Tapi Lingga mengajak ke Iwan Margahayu aja. Bolehlah, pikir saya. Sekalian nyobain. Setelah berpamitan dengan Mas Ayub, kami pun langsung cabut menuju Iwan Margahayu. Tempatnya lebih luas dibanding Iwan Kancra. Tapi kursinya hanya tiga. Ketika tiba giliran saya untuk dicukur, saya pun naik ke kursi.

bade dikumahakeun?“, tanya si AA.

ipisan sareng rada pondokkeun we A“, jawab gue.

rada pondokkeun we nya“, lanjut si AA.

sip”, kata saya.

dan inilah hasilnya!

Sebelum Dipotong-Potong
Sebelum Dipotong-Potong
Sesudah Dipotong-Potong
Sesudah Dipotong-Potong

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s