Ekspedisi Pecel Ayam #3: Cak Imam (Jalan Terusan Buah Batu)

DSC_0127Perburuan berlanjut. Kali ini tujuan kami ialah Pecel Ayam di Jalan Terusan Buah Batu. Saya mendapat informasi tentang tempat ini dari salah satu teman SD, Dimas Nugroho. Menurutnya, sambal pecel di tempat ini enak, cenderung juara malah. Maka itu saya masukkan pula ke dalam list tempat-tempat perburuan.

Malam itu, saya berangkat dari rumah bersama Lingga yang sudah berada di rumah saya sejak siang. Kami janjian bertemu Rian di SMAN 4, karena sebelum ke lokasi utama, kami berencana untuk mendatangi pameran karena Rian ingin membeli DVD Rom. Sedangkan Ardhy, sorenya bermain futsal di Jatinangor. Jadi ketemuan di lokasi saja. Setelah bertemu, berangkatlah kami. Ketika Rian mencari-cari DVD Rom, saya dan Lingga memutuskan untuk ngemil (apa makan ya?) baso tahu yg jualan di depan gedung Landmark- tempat berlangsungnya pameran. Setelah kenyang dan Rian memutuskan untuk tidak jadi membeli DVD Rom di sana, kami pun berangkat menuju lokasi.

Kami bertiga janjian dengan Ardhy di depan Carefour Kircon. Tapi berhubung sudah lapar (lah, bukannya td baru makan bastah?!), kami memutuskan langsung ke lokasi saja. Ardhy suruh nyari sendiri saja tempatnya. Ga susah ko nyarinya. Letaknya berada di Jalan Terusan Buah Batu, tidak jauh dari perempatan Buah Batu-Soekarno Hatta. Jika dari arah Kircon, di perempatan belok kiri. Nah, jalan terus hingga menemukan Pecel Lele Ayam di sebelah kiri. Langsung ada ko. Ketika sampai, saya membaca tulisan “Cak Imam”. Oh.. ini namanya Cak Imam……

Kesan pertama saat masuk, “lumayan bersih ya tempatnya”. Beda dengan tempat Pecel Ayam yg lainnya. Lalu apa lagi yang beda? Di meja ada menu dan nota untuk pemesanan! weks, baru pertama kali saya melihat ada tempat pecel ayam yang pakai kaya begituan. haha. Baiklah, kita coba. Saya memesan menu andalan: Ayam+tahu. Rian: Ayam (ajah). Lingga: Soto (katanya sedang ingin yang berkuah). Di sini ada nasi uduk loh. Jadi saya pesan nasi uduk. Selang berapa lama, Ardhy datang. Ia masuk sambil bilang “assalamualaikum” (ini bohong). Kemudian ia memesan juga. Soto ayam, biar ada suasana berbeda katanya.

DSC_0119DSC_0128Pesanan datang. Disajikan dengan menarik. Piring plastik dan juga ceper. Rangkaian ayam, sambal, dan kolnya rapi. Sotonya juga terlihat enak. Langsung saja saya coba sambalnya dengan tahu. mm… tidak terlalu istimewa menurut saya. Tapi bisa dibilang lumayan lah. Bumbunya tidak jauh berbeda dengan bumbu pecel ayam pada umumnya. Ada rasa kacang, tomat, terasi, dan rasa pedasnya juga lumayan terasa. Ayamnya lumayan. Tapi dengan sajian yang rapih serta tempat yang bersih juga sudah membuat kami makan dengan nyaman dan nikmat. Apa kata mereka?

Rian d’masiv : “bumbunya mirip sama yg di Wastukecana, biasa aja. Tapi tempatnya rapih dan enak,” ucapnya.

Lingga Boy Jati : “Sotonya enak.., ”

Ardhy : “ngeunahhh siahh..!”

*Harga: Nasi uduk+ayam+tahu = Rp 9.000

Jadi intinya, menurut saya tempat ini enak untuk mengajak teman-teman yang jumlahnya agak banyak karena tempatnya lumayan bersih dan nyaman (dibandingkan tempat pecel ayam lain). Rasanya pun tidak mengecewakan. Walau tidak tergolong isitimewa, tapi termasuk enak kok!

Selamat mencoba ah brader…!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s