Ekspedisi Pecel Ayam #4: Jalan Hasanuddin (Samping Borromeus)

DSC_0270
Dalam keadaan kosong, karena sudah larut malam.

Tak terasa, sudah 4 minggu berlalu sejak ekspedisi edisi pembuka. Tujuan kali ini ialah pecel ayam yang terletak di samping RS Borromeus (terkenal karena selalu dipenuhi pengunjung). Ya, setiap melewat jalan ini, pasti kami menemukan kumpulan orang yang sedang menunggu giliran untuk bisa duduk. Atas dasar itulah kami ingin mencoba pecel ayam ini. Kami ingin tahu, apa kelebihan tempat ini sehingga kerap dipenuhi pengunjung.

Kali ini ekspedisi dilakukan tidak seperti biasanya. Jika sebelum-sebelumnya dilaksanakan setiap Jumat, kali ini kami berangkat hari Sabtu. Saya berangkat dari rumah setelah Magrib menuju rumah Ardhy. Hari itu ia baru pulang dari Jakarta karena sedang melaksanakan job training di Metro TV. Kami berdua langsung menuju lokasi dan janjian dengan Riko di sana. Sedangkan Lingga, ia bilang akan nyusul karena sedang ada date dengan kekasihnya, Lisye. ehe.

Setelah berjumpa Riko di parkiran, kami memutuskan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Ketika suasana benar-benar ramai. Penuh sekali. Banyak yang antri untuk duduk. Wow! Kemudian ketika luak-lieuk.. eh, ada sepasang jurnal-jurnil di sana yang sedang makan. Ya, mereka adalah Bang Ipul dan Meong. Mereka terlihat sedang menyantap makanan dengan nikmat. mm……. setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan mereka, kami pun mencari tempat duduk. Ah, akhirnya ketemu.. posisinya ada di bagian luar tenda. Tapi tak apa. Yang penting bisa duduk. Lalu saya dan Riko memesan makanan. Saya pesaned (ceritanya past tense) ayam dada + tahu. Tapi apa daya, ternyata tahu tempe telah habis. Ya sudah, saya pesan ayam saja. Begitu juga Riko. Sedangkan Ardhy pesan Lele.

DSC_0255DSC_0256Pesanan datang! Kami bertiga sangat penasaran, bagaimana sih rasanya hingga mampu menarik banyak pengunjung. Sedikit berbeda dari biasanya, pada pecel ayam ini saya tidak menemukan kol. Selain sambal, ayam hanya ditemani dedaunan gitu lah. Entah habis, entah memang seperti itu penyajiannya. Saya mencocol potongan ayam (biasanya tahu untuk cocolan pembuka) ke sambal. Mmm, ada yang beda dengan sambalnya, tapi apa ya? Rasanya asam dan sedikit pedas. Tapi kenapa sambalnya terasa beda ya. Seperti gak ada filter gitu rasa sambalnya. hehe. Setelah saya cermati, saya akhirnya tau, yang berbeda dari sambal ini ialah tidak adanya campuran terasi. Bagaimana dengan ayamnya? wow, lezat!! ayamnya benar-benar renyah, dagingnya oke, rasanya oke. Menurut saya ini merupakan ayam yang paling enak dibanding tempat-tempat sebelumnya. Tapi saya kurang sreg dengan sambalnya. Ga pake terasi soalnya.

Riko bilang tempat ini merupakan pecel ayam terbaik. Ardhy juga memuji rasa lelenya yang benar-benar renyah. Sedangkan saya sendiri, saya suka ayamnya, tapi sambalnya kurang pas menurut saya. Bagaimana dengan bebeknya? Bagi penyuka bebek, sepertinya tempat ini wajib didatangi karena mungkin rasanya renyah juga (seperti ayam dan lelenya). Kami pun menghabiskan makanan kami.

Sesudah makan, kami ditemani Bang Ipul dan Meong untuk ngobrol-ngobrol. Selang berapa lama, duet Li-Li (Lingga Lisye) datang juga. Kami pun melanjutkan acara ngobrol-ngobrol. Hingga ketika Bang Ipul hendak pulang dan sudah menaiki motor, datanglah pengamen bencong. *hiiiii.. Ia ngamen tepat di sebelah Riko. Riko meminta maaf karena tidak memberi. Tapi si tulang lunak itu terus bernyanyi. Hingga akhirnya salah satu dari kami memberinya uang. Setelah diberi uang, ternyata ia masih mengharapkan pemberian dari Riko. Riko pun kembali bilang punten. Taukah Anda apa yang kemudian terjadi? Bibir si bencong mendekati pipi Riko dan hendak menciumnya… Masih teringat oleh saya bagaimana suaranya terdengar jelas “mmmuahhhh”. ahahahaha. Rian pun menjadi bahan tertawaan kami karena ketika hendak dicium, ia bukannya menghindar, malah memejamkan mata sambil gemetar. hahahha.. Riko.. Riko.. ;D

Secara keseluruhan tempat ini perlu dicoba karena rasa ayamnya yang enak. Namun jika Anda mementingkan urusan kenyamanan, saya rasa Anda perlu menunggu hingga malam karena sudah kosong (tapi makanannya juga habis) haha. Selamat mencoba, deh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s