Sensasi Dominasi

Apa yang paling diharapkan oleh fans suatu klub sepakbola? Tentu saja gelar juara. Sesungguhnya seluruh pecinta sepakbola yang fanatik pada suatu klub adalah glory hunter. Tidak mungkin ada fans yang ingin tim kesayangannya hanya bertengger di papan tengah atau bawah klasemen. Mungkin beberapa kelompok fans bersikap realistis dengan tidak berekspektasi lebih terhadap tim yang didukungnya. Biasanya ini terjadi pada fans tim medioker. Tapi tetap saja, fans mana yang tidak ingin tim kesayangannya meraih trofi? Rasanya semua ingin.

Kemudian yang menjadi menarik ialah, dengan cara yang bagaimana hingga akhirnya suatu tim meraih gelar juara. Apakah dengan mudah meninggalkan para pesaingnya di papan klasemen? Atau bersusah payah hingga harus ditentukan di pertandingan terakhir? Rasanya tentu beda. Sensasi yang didapat dari perjuangan hingga pertandingan akhir dala suatu musim tentu lebih indah. Atau keindahan tersebut juga bisa jadi mimpi buruk jika akhirnya tim yang berjuang hingga akhir tersebut gagal juara.

Kompetitif atau tidaknya suatu kompetisi bisa dipengaruhi oleh pergerakan klub-klub pada bursa transfer. Tentu saja, yang kaya yang belanja. Tengoklah Liga Spanyol. Siapa lagi kalau bukan Real Madrid yang menguasai bursa transfer. Komposisi pemain Madrid tidak diragukan lagi adalah para pemain berlabel superstar. Sedikit berbeda, Barcelona lebih mengandalkan pemain-pemain dari ‘La Masia’, akademi sepakbola Barcelona. Sudah banyak bintang lahir di akademi tersebut. Meski begitu, hal tersebut tidak menutup kemungkinan Barcelona juga melakukan aktivitas belanja pemain. Uang yang biasa dikeluarkan Barcelona pun jumlahnya tidak sedikit.

Real Madrid dan Barcelona menjadi dua tim terkuat di La Liga. Lalu bagaimana dengan tim lain? Tampaknya tidak ada yang bisa mengganggu persaingan dua tim tersebut. Paling tidak dalam tujuh terakhir di mana gelar juara hanya diraih oleh Real Madrid dan Barcelona. Terakhir kali La Liga dimenangi oleh tim selain Madrid dan Barcelona ialah pada musim 2003/2004. Saat itu Valencia berhasil meraih gelar juara, mengulang sukses dua tahun sebelumnya.

Melihat statistik dan sejarah sebenarnya sudah sejak lama La Liga didominasi oleh Real Madrid dan Barcelona. Tercatat 31 kali Madrid meraih gelar juara. Sedangkan Barcelona di urutan ke dua dengan 21 gelar. Torehan keduanya terlampau jauh dengan pemegang peringkat tiga yaitu Atletico Madrid dengan sembilan gelar juara. Jadi sebenarnya memang sudah sejak lama La Liga didominasi oleh dua tim tersebut. Masalahnya, sampai kapan dominasi ini akan terus berlanjut? Atau akan selalu seperti ini? Kejayaan dua tim besar yang sama sekali tak bisa disaingi oleh tim-tim lainnya. Tidak heran selama ini banyak ungkapan “La Liga itu kompetisi yang hanya diikuti oleh 2 tim” Siapapun berhak setuju maupun tidak. Namun yang jelas, suatu kompetisi/ liga akan semakin menarik jika di papan atas klasemen terjadi persaingan yang ketat. Bukan hanya dua tim. Tapi minimal empat sampai lima tim saling sikut untuk merebut gelar juara.

Berbeda dengan La Liga, persaingan menuju gelar juara di Serie-A dan Barclays Premiere League (BPL) lebih terasa. Kompetisi terasa sangat kompetitif dan tidak hanya didominasi oleh tim yang itu-itu saja. Persaingan di papan atas Serie-A sangatlah ketat. Ini terlihat dari perbedaan poin yang tidak terlampau jauh di antara tim-tim yang bersaing. Begitu pun dengan BPL, dinamika persaingan di papan atas klasemen begitu terasa. Maka penggemar BPL tidak asing dengan istilah THE BIG FOUR, yaitu Man.United, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Meski kini mulai terusik dengan kehadiran Man.City dan Tottenham Hotspur yang ikut meramaikan persaingan papan atas.

Sesungguhnya syarat menjadi juara tidak harus kaya raya. Tidak harus belanja pemain bintang. Strategi pelatih serta integritas yang ditujukan para pemain bisa menjadi kunci keberhasilan sebuah tim untuk meraih gelar juara. Lihatlah Borussia Dortmund. Tak ada yang menyangka tim yang baru promosi ke divisi satu itu menjadi juara di musim 2010/2011. Mereka mengalahkan Bayern Munchen yang notabene diisi para pemain kenamaan. Namun sayangnya hal seperti ini masih jarang ditemukan di liga-liga ternama di Eropa. Kompetisi di Spanyol, Inggris, dan Italia masih dikuasai tim-tim besar dengan budget yang tidak mampu disaingi tim-tim medioker atau tim kecil.

Pergerakan transfer pemain yang hanya didominasi oleh satu hingga dua tim saja cukup memengaruhi nilai persaingan dalam suatu kompetisi/ liga. Kompetisi akan semakin menarik jika tim-tim pesertanya bersusah payah hingga akhir musim, hingga akhirnya muncul tim terbaik melalui perjuangan yang manis. Dan sekali lagi, uang bukanlah segalanya dalam sepakbola. Segala kemungkinan bisa terjadi. Jadi, seberapa besarkah perjuangan tim kesayangan Anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s