Wasit

Dalam suatu pertandingan sepakbola, wasit adalah pemimpin. Ia yang mengawal jalannya pertandingan agar berjalan dengan adil. Sudah semestinya wasit bersikap netral. Artinya tidak memberi keputusan yang merugikan salah satu tim. Tapi bisakah wasit selalu benar? Tidak mungkin. Wasit pun manusia. Dan manusia mana yang tidak pernah melakukan kesalahan? Tapi alasan itu tidak selamanya bisa digunakan. Wasit dalam pertandingan resmi bukanlah orang secara acak dipilih. Bukan juga orang yang sekedar menyukai sepakbola. Wasit merupakan orang-orang terlatih untuk menjadi pengadil di lapangan.

Namun, wasit kerap dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk memenangkan pertandingan dengan cara yang tidak sepatutnya dilakukan. Wasit disuap. Wasit diiming-imingi uang banyak agar keputusan-keputusannya menguntungkan salah satu tim. Sangat disayangkan jika permainan cantik dua tim yang berlaga harus dirusak dengan keputusan-keputusan wasit yang kontroversial. Itulah sepakbola kotor. Sepakbola yang jauh dari nilai-nilai sportivitas.

Apakah suap menjadi satu-satunya penyebab wasit bersikap tidak adil? Saya pikir tidak. Faktor lainnya ialah kemampuan wasit itu sendiri dalam memimpin suatu pertandingan. Mari lihat perwasitan Indonesia. Mudahnya begini, mengapa sepakbola Indonesia masih bisa belum bersaing di kancah dunia? Bahkan Asia. Bahkan Asia Tenggara. Salah satunya ialah karena skill yang dimiliki para pemain Indonesia masih kalah dibanding negara-negara lain yang sudah maju dalam urusan sepakbola. Begitupula dengan wasit. Kemampuan wasit maupun asisten wasit di Indonesia dalam memimpin pertandingan masih perlu dipertanyakan. Andaikan ada kompetisi wasit antar negara, saya pikir wasit asal Indonesia akan jauh tertinggal.

Masalah suap-menyuap sudah begitu lekat dengan Indonesia. Pun dengan sepakbolanya. Sehingga jika ada kontroversi yang melibatkan wasit, orang-orang kerap mengaitkannya dengan suap-menyuap. Padahal, menurut saya, tidak melulu seperti itu. Ada hal lain yang menjadi pertanyaan. Apakah wasit dan asisten wasit sudah dibekali pelatihan yang cukup? Jika ya, mengapa masih saja terjadi kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan wasit dan asisten wasit? Intinya, ada dua hal penting yang perlu dibenahi dalam urusan perwasitan di Indonesia. Pertama, berantas mafia wasit! Kedua, tingkatkan kualitas pelatihan bagi para wasit! Tugas Anda adalah menjaga pertandingan yang adil dan bersih, bukan justru merusaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s