Switched at Birth (2011)

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda kalau mendengar ada serial televisi berjudul Switched at Birth? Betul, betul. Langsung terbesit tanya: Apakah ini ‘Putri yang Ditukar’ versi US? Haha. Tapi rasanya (hampir) tidak mungkin US meniru tayangan di negeri ini yang cukup fenomenal itu. Lantas, tentang apa ‘Switched at Birth’ ini bercerita?

Cerita dimulai saat Bay (Vanessa Marano) menginjak usia remaja dan mempertanyakan mengapa ia tidak mirip dengan anggota keluarga lainnya. Ia berambut hitam sedangkan ayah, ibu, dan kakaknya pirang. Ia meminta kedua orang tuanya untuk mengecek ulang apakah saat lahir dirinya tertukar dengan bayi keluarga lain. Dan setelah ditelusuri oleh pihak rumah sakit, ternyata ia tertukar dengan Daphne (Katie Leclerc). Setelah dipastikan bahwa putri mereka memang tertukar sejak lahir, dua keluarga pun bertemu.

Bay tinggal di rumah mewah bersama ayahnya John Kennish (D.W Moffett), ibunya Kathryn (Lea Thompson), dan kakaknya Toby (Lucas Grabeel). John merupakan mantan pemain bisbol profesional yang memiliki usaha jasa cuci mobil. Sedangkan Daphne tinggal di rumah sederhana bersama ibunya Regina (Constance Marie) dan neneknya Adrianna (Ivonne Coll). Daphne sendiri mengalami gangguan pendengaran yang mulai dideritanya saat masih kecil akibat meningitis. Meski begitu, ia tidak begitu sulit untuk berkomunikasi karena selain mampu membaca gerakkan bibir, ia juga terlatih berbicara, selain menggunakan bahasa isyarat tentunya.

Selanjutnya, mereka (John-Kathryn dan Regina) ingin mengenal lebih jauh anak biologis mereka yang telah terpisah belasan tahun. Karena satu dan lain hal, akhirnya Regina beserta Daphne dan Adrianna tinggal di guest house milik keluarga Kennish. Di sinilah berbagai permasalahan muncul. Perbedaan gaya hidup dan cara mendidik anak menimbulkan gesekan-gesekan di antara dua keluarga tersebut, terutama John-Kathryne dan Regina. Tidak lupa, masalah percintaan anak muda yang melibatkan Bay dan Daphne dengan kekasih-kekasih mereka pun tersaji dalam serial ini.

Cerita dalam serial ini tidak terbatas pada bagaimana orang tua yang bertemu anak kandung setelah terpisah lama. Justru itu hanyalah permulaan. Cerita terus berkembang dengan menarik dan menyuguhkan konflik-konflik yang terjadi di antara mereka. Secara keseluruhan serial ini menarik dan layak untuk diikuti. Buang jauh-jauh pemikiran bahwa cerita dalam serial ini mirip dengan ‘Putri yang Ditukar’. Sangat berbeda, meskipun sebenarnya saya tidak follow sinetron yang terkenal dengan tokoh Pak Prabu dan soundtrack D’Masiv nya. 😀 Jika sinetron-sinetron di Indonesia pada umumnya menampilkan secara jelas mana si baik dan mana si jahat, di Switched at Birth, hal itu tidak ada. Sikap yang ditunjukkan masing-masing karakternya mempunyai alasan tersendiri sehingga penonton dipersilakan untuk memilih siapa karakter favoritnya.

Bagi penyuka drama dengan cerita yang ringan dan alur yang cepat, jangan lewatkan serial yang tayang di ABC ini. Sekali lagi, buang jauh-jauh pemikiran bahwa serial ini sama dengan ‘Putri yang Ditukar’ 😀 Anda hanya perlu duduk santai dan enjoy the show.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s