Ruby Sparks (2012)

Genre: RomaImagensa. Komedi. Fantasi
Sutradara: Jonathan Dayton, Valerie Faris
Pemain: Paul Dano, Zoe Kazan, Anette Bening

Diceritakan, Calvin Weir-Fields (Dano) adalah seorang novelis yang baru menelurkan novel laris manis yang membuat namanya mulai tenar. Calvin tinggal di rumah mewah. Namun, karena kurang bisa bergaul, boro-boro punya pasangan, teman pun dia tak punya. Orang yang selama ini menjadi teman ngobrolnya adalah kakaknya sendiri Harry dan psikiaternya Dr. Rosenthal.

Calvin pun berencana untuk membuat novel berikutnya. Tapi, ia mulai kehilangan ide sehingga kerap stuck saat berada di depan mesin tik -ya, di era modern ini, Calvin tetap menggunakan mesin tik. Suatu malam, dalam tidurnya, ia mimpi bertemu dengan seorang perempuan, yang kemudian ternyata memberi inspirasi dalam menulis karya terbarunya. Akhirnya, Calvin pun menjadikan gadis tersebut sebagai tokoh utama dalam karyanya. Perempuan itu ia beri nama Ruby Sparks (Zoe Kazan).

Jadi intinya, Calvin sedang menuangkan kisah manis bersama Ruby Sparks, yang hanya ada di dalam mimpi, menjadi sebuah novel.  Suatu ketika, Calvin bermimpi (atau nyata?) kencan dengan Ruby di mana akhirnya mereka pun saling tertarik dan jadian. Dan, pagi harinya, saat bangun, Calvin terkejut ketika melihat Ruby -yang kini sudah menjadi pacarnya- hadir di dunia nyata. Awalnya, ia menganggap itu hanya halusinasi, tapi ternyata semua orang pun bisa melihat sosok Ruby. Ya, Ruby, sosok perempuan yang ia karang sendiri.

Harry, yang awalnya tak percaya dengan hadirnya sosok Ruby, kini tak kalah terkejut. Penasaran dengan keanehan ini, Harry pun menyuruh Calvin menulis di mesin tiknya kalau Ruby adalah perempuan yang fasih berbahasa Prancis. Setelah itu, mereka berdua kembali menghampiri Ruby, dan voila! Ruby pun kini berbicara layaknya orang Prancis. Ya, apapun yang diketik oleh Calvin, itulah yang ada pada diri Ruby.

Selanjutnya, hidup Calvin pun lebih berwarna, karena ia tak kesepian lagi, tak jomblo lagi, dan tak galau lagi. Ia benar-benar menikmati hari-harinya bersama Ruby. Namun, yang namanya pasangan, pasti menemukan perbedaan pendapat di tengah jalan. Sayangnya, karena merasa memiliki kontrol absolut terhadap Ruby, Calvin pun bertindak semaunya. Saat Ruby marah, ia tulis menjadi senang. Saat Ruby merasa bosan, ia tulis Ruby ingin selalu berada di dekatnya. Bukannya membawa kesenangan, tindakan Calvin itu justru malah memperparah keadaan. *

Bagi saya, Ruby Sparks adalah salah satu film 2012 terbaik yang saya tonton. Dengan cerita yang sederhana dan bisa diterima semua kalangan, Ruby Sparks dikemas dengan rapi, indah, sweet, sehingga menjadi hiburan yang berkesan. Chemistry antara Dano dan Zoe Kazan juga menjadi salah satu kekuatan di film ini Tak aneh sebenarnya, mengingat keduanya memang menjalin asmara di kehidupan nyata. Bagi penonton berstatus single, terutama laki-laki, nikmatilah keindahan ini, hahaha. Ya, keindahan 104 menit dalam Ruby Sparks.

Kredit juga untuk Zoe Kazan, yang menjadi penulis cerita ini. Keren!

Skor: 4 / 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s