3 Hari di Pulau Bacan, Halmahera Selatan

Akhirnya merasakan juga Waktu Indonesia Timur (WIT). Jadi, 6-9 Juni 2014 kemarin, saya dapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di Kepulauan Halmahera, Maluku Utara. Saya ke sana dalam rangka meliput acara Kemenpora, perlombaan renang massal di pesisir pantai, di Pulau Bacan, Halmahera Selatan.

Hari 1. Awalnya agak bingung, karena enggak ada informasi agenda acara, kumpul di mana, jam berapa. Saya hanya dikirim tiket online pesawat Jakarta-Ternate dan Ternate-Jakarta via email. Alhasil, dengan dibantu pacar terkasih, saya berkemas dan akhirnya berangkat pukul 22.30 WIB, menggunakan taksi. Ternyata, dari Kalipasir ke Cengkareng hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Karena sudah malam juga.

Terminal 2 dalam keadaan sepi. Saya hanya mencoba untuk menghubungi cp di emai tiket pesawat tadi. Ternyata langsung berkumpul di dalam, di lounge Garuda Indonesia. Di sana sudah ada beberapa staf kementrian dan juga beberapa awak media yang juga berangkat. Pesawat pun akhirnya lepas landas pukul 01.15 WIB.

Mendarat di Bandara Sultan Babullah, Ternate, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit. Sampai di sana, kami naik pesawat kecil, Express Air menuju Bandara Usman Sadik, Labuha, Pulau Bacan. Dari sana, dijemput mobil-mobil rentalan, kemudian makan di RM Apollo, mungkin ini salah satu yang terkenal. Di sini, obrolan sudah tentang batu. Ya, Batu Bacan memang terkenal. Bagus dan harganya mahal.

Selepas makan, kami ke penginapan dan tidur. Teman sekamar saya beda kloter berangkat, jadi saya tiduran pulas memanfaatkan kamar sendirian, sampe akhirnya terbangun untuk Jumatan. Lalu makan siang, kembali ke hotel, istirahat lagi, makan malam, sampai tidur menuju hari berikutnya. Hari pertama ini lebih banyak diisi makan dan istirahat. Oya, penginapannya bernama Habibi, tepat di depan Pelabuhan Labuha.

Hari 2. Pagi-pagi diajak ke daerah sekitar Pelabuhan Babang, tempat berlabuhnya kapal-kapal dari Ternate, oleh anak MetroTV, yang hendak mengambil stok gambar. Kami langsung ke Pantai Dermaga Biru. Pantainya kecil, tapi sangat bersih. Katanya, itu milik pribadi. Sempat foto-foto, kami langsung balik arah menuju Bandara Usman Sadik, karena pak menteri tiba. Dia akan menghadiri perayaan Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Halmahera Selatan. Selain itu, kementrian juga memang memiliki rangkaian acara di sini, bernama “Lintas Khatulistiwa Pemuda”. Lomba renang itu masuk ke dalam bagiannya.

Saya kembali ke hotel untuk mandi, dan lanjut ke lapangan utama, lupa namanya, tempat dilangsungkannya upacara HUT Halmahera Selatan. Setelah itu, ada acara makan-makan di pusat kota, yang merupakan bagian dari tradisi di Bacan. Saya dan beberapa kawan memilih makan di RM Apollo saja, sebelum akhirnya kembali menuju Pelabuhan Babang guna mengikuti agenda pak menteri berikutnya: meresmikan Tugu Khatulistiwa di Pulau Kayoa, masih di Halmahera Selatan. Menuju Kayoa, kami, beserta rombongan menteri, naik kapal Bahari Ekspress, dengan waktu tempuh dua jam.

Tiba di Kayoa, kami jalan menuju tugu Khatulistiwa. Jaraknya tak begitu jauh. Masyarakat tumpah ruah menyambut kedatangan menteri dan rombongan, seperti sedang menyambut pahlawan yang habis bertanding di Piala Dunia atau Liga Champions. FYI, ini merupakan tugu Khatulistiwa kedua yang diresmikan pada 2014 ini. Yang pertama letaknya di Pulau Kawe, Kepulauan Raja Ampat, beberapa pekan sebelumnya. Berikutnya ada di Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat.

Selepas itu, kami kembali ke Bacan, tapi ada acara terlebih dulu di Pulau Nusara, yang letaknya tak jauh dari Pelabuhan Labuha. Pulau Nusara sendiri sebenarnya salah satu gugusan indah yang ada di Halmahera Selatan. Namun, sayangnya keindahan itu tak bisa dinikmati, karena malam hari. Apa daya. Setelah makan dan acara utama, salah satunya pertunjukan aksi bambu gila, kami kembali ke penginapan untuk tidur pulas.

Hari 3. Dari pagi sudah siap, karena perlombaan renang dimulai pagi. Dilepas oleh menteri, sekitar 1700 peserta berenang di pesisir pantai Labuha, sejauh 1,5 km. Antusiasme masyarakatnya cukup seru. Acara selesai, kami kembali ke penginapan, untuk, lagi-lagi tidur. Sebenarnya ada waktu untuk jalan-jalan, namun karena kami rombongan, ya karena enggak ada di agenda, jadi agak sulit untuk inisiatif bergerak.

Siang hari, kembali makan, dan kembali di RM Apollo. Setelah itu, kami kembali ke penginapan dan mulai bersiap-siap. Saya memilih jalan kaki ke pasar untuk mencari oleh-oleh. Saya juga membeli bongkahan batu biasa, yang hargnya Rp10 ribu saja. Warnanya lumayan. Tapi batu itu enggak ada apa-apanya jika dibandingkan Batu Bacan yang harganya ratusan ribu hingga jutaan. Sedangkan oleh-oleh makanan, saya beli Kamplang, kerupuk yang terbuat dari sagu dan ikan. Saya juga beli ikan asap.

Malamnya, kami siap pulang dan menuju Pelabuhan Babang untuk menaiki kapal menuju Ternate. Ada kamar-kamar di kapal ini. Satu kamar berisi dua tempat tidur yang bersusun tingkat. Ada AC nya juga. Mengobrol-ngobrol di luar kapal, saya pun kemudian terlelap di tengah dinginnya udara AC dan goyangan kapal.

Hari 4. Akhirnya kapal pun tiba di Ternate sekitar pukul 05.00. Selanjutnya, kami dijemput mobil menuju Bandara Sutan Babullah. Sempat ngopi-ngopi, akhirnya pesawat pun berangkat menuju Cengkareng sekira pukul 08.15 WIT. Menempuh perjalanan 3,5 jam, alhamdulillah kami mendarat dengan selamat di Jakarta.

Perjalanan yang cukup jauh,meskipun tak puas-puas amat. Karena tak bisa mengeksplor Pulau Bacan lebih banyak. Selain memang cukup jauh untuk menuju pantai-pantai untuk berenang, daerah tersebut memang belum jadi salah satu tujuan utama wisatawan. Tapi, terima kasih untuk tiga hari yang cukup menyenangkan.

SAM_1555.JPG_effected

Advertisements

One thought on “3 Hari di Pulau Bacan, Halmahera Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s