Pergantian Kiper Ala Van Gaal, Brilian atau..

Jasper Cillessen digantikan Tim Krul di Piala Dunia 2014. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Jasper Cillessen digantikan Tim Krul di Piala Dunia 2014. (REUTERS/Marcos Brindicci)

Adu penalti antara Belanda dan Kosta Rika mungkin akan menjadi salah satu yang paling diingat di Piala Dunia. Bagaimana tidak, pelatih Oranje, Louis Van Gaal melakukan hal tak lazim jelang adu tos-tosan tersebut. Pada pengujung extra time atau tepatnya 120+1, kiper utama Jasper Cillessen ditariknya, untuk digantikan oleh Tim Krul, yang notabene merupakan kiper cadangan.

Bisa jadi, ini merupakan satu keputusan agak gila di sepakbola. Bagaimana bisa, kiper yang bermain total sepanjang 120 menit, dan menciptakan clean sheet, diganti oleh kiper yang sepanjang laga hanya duduk di bangku cadangan. Spesialis penalti? Rekornya di level klub –bersama Newcastle United di kancah Premier League– saja hanya menahan dua (dari 20) penalti.

Tapi kenyataan (atau mungkin keberuntungan) akhirnya berpihak pada Krul dan Belanda. Dalam debut tak wajarnya di Piala Dunia itu, Krul menahan dua penalti pemain Kosta Rika, Bryan Ruiz dan Michael Umana. Hebatnya lagi, arah bola dari tiga penendang lainnya pun mampu dia baca, meski bola tetap bersarang di gawang. Oranje pun dibawanya ke semifinal.

Yang menjadi pernyataan adalah, apakah saat melakukan pergantian tersebut, Van Gaal tahu soal catatan buruk Krul saat menghadapi penalti bersama klubnya? Tapi, tahu atau tidak, saya rasa Van Gaal tak peduli, karena dia yang tahu betul tentang seluk beluk timnya, termasuk spesialisasi dari para pemain asuhannya. Dalam hal ini, Krul memang dipersiapkan untuk adu penalti.

Dan, di saat orang-orang memuji keputusan brilian Van Gaal, saya ingin mencermatinya secara dari sudut pandang lain. Benar, apapun itu, keputusan Van Gaal telah membawa Belanda sukses melaju ke semifinal Piala Dunia 2014. Dan, jika pun Krul ternyata gagal, toh dia adalah Van Gaal, “Si Tulip Besi” yang tak akan menyesali keputusannya dengan menarik kiper utama di saat genting.

Tapi, apa yang saya permasalahkan adalah mental kedua kiper itu sendiri, khususnya Cillessen. Kiper asal Ajax berusia 25 tahun itu menjadi kepercayaan di bawah mistar gawang sejak pertandingan perdana fase grup dan tampil baik. Dari tiga laga fase grup plus babak 16 besar, gawang Belanda bobol sebanyak empat kali. Beberapa penyelamatannya pun terbilang gemilang.

Dan, di saat-saat menentukan, Van Gaal malah menarik kepercayaan dan memberi kesempatan pada pemain lain. Saya pikir, bagi kiper, kepercayaan dan mentalitas bertanding sangatlah penting. Sekalinya tak dipercaya bukan tak mungkin, mentalnya drop sehingga gagal kembali menunjukkan permainan terbaiknya. Jadi, konsistensi permainan menjadi taruhan di sini.

Begitupun bagi Krul. Menjadi kiper kedua, di belakang pemain yang lebih muda yang “hanya” berlaga di Eredivisie bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Kegemilangannya pada adu penalti melawan Kosta Rika sendiri boleh jadi meningkatkan kepercayaannya. Tapi, bukan tak mungkin kepercayaannya kembali turun, setelah Van Gaal dengan tegas mengatakan, “Tak usah ditanya lagi, Cillessen yang akan main pada laga selanjutnya (pertandingan semifinal kontra Argentina).”

Dinamika inilah yang mungkin menjadi kekhawatiran sebagian orang –termasuk saya– jelang partai semifinal melawan Argentina. Ya, semifinal. Masih ada dua tahap lagi sebelum Oranje bisa memastikan titel Piala Dunia mereka. Mungkin, jika memang senang berjudi, akan lebih pas jika Van Gaal melakukannya di partai final, karena setelahnya, kedua kiper tak perlu terbebani soal “siapa yang paling dipercaya”. Bagi Van Gaal sendiri, itu akan menjadi perpisahan hebat.

Apakah Cillessen tetap tampil dengan permainan terbaiknya, atau justru menurun karena dinamika akibat adu penalti kemarin? Lalu bagaimana dengan Krul, yang ternyata memang dipersiapkan khusus untuk adu penalti? Apakah dia bakal kembali dipercaya saat Belanda melakoni tos-tosan? Yang jelas, persoalan kiper tidaklah simpel, terlebih di turnamen sebergengsi Piala Dunia. Jawabannya akan terlihat pada laga kontra Argentina, 10 Juli 2014 mendatang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s